KALMA

KALMA

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 20, 2020
Bisakah kalian menebak, apa yang terjadi ketika seseorang bunuh diri? Ya, 99% kemungkinan akan "MATI" Namun, masih tertinggal 1% kemungkinan untuk, "HIDUP" Suatu hari di rumah besar mewah. Terdapat seorang ibu rumah tangga, mencoba untuk mengakhiri hidupnya dengan tali tambang yang dia pegang. Mirisnya, anaknya yang masih balita menatapnya dengan pandangan kepolosan. Dia tidak menghiraukan anaknya yang masih polos itu, didalam hatinya hanya ada rasa kesedihan mendalam seorang istri. Tanpa basa-basi, wanita itu mengaitkan talinya, dan.... "Maafkan Ibu, Nak...." (....) "Kalma... bangunlah, kumohon...." Start: 29 Aug 20 End? Cover n Story by me Cast? gatau ~
All Rights Reserved
#1
relife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Melodies [END]
  • The Path of Destiny (On Going)
  • 𝓐𝓷𝓽𝓪𝓰𝓸𝓷𝓲𝓼 𝓕𝓪𝓶𝓲𝓵𝔂
  • Criticalove [SELESAI]
  • Monosodium Glutamate
  • RAESHA (Revisi)
  • Javas Drexzer [END]
  • ADRESTIA (ON GOING)

Terkadang seseorang memiliki harapan yang tidak dapat diungkapkan, namun ada tiga hal yang akan selalu mendengarkan harapan itu: Tuhan, lilin, dan bintang jatuh. Itulah mengapa kita selalu berdoa kepada Tuhan, mengucapkan harapan pada saat ulang tahun, dan memohon pada bintang jatuh. --- "Apa yang kau lakukan padanya?" Reina tertawa sarkas mendengar itu. "Kau seharusnya bersyukur aku tidak menancapkan pisau itu di dadanya." Reina menunjuk-nunjuk dada itu sebelum tangannya ditepis kasar. "Stay away from her!" "Jika itu yang kau mau, maka berhentilah mendekatinya. Bukankah aku sudah bilang, kau hanya milikku seorang, jika aku tidak bisa memilikimu, maka tidak ada orang lain yang boleh memilikimu. "Aku bisa melukainya lebih lagi jika kamu mau!" teriak Reina kembali tertawa sarkas. --- "Ambulans! Cepat panggil ambulans!" Darah itu terus mengalir membasahi bajunya. Tangannya yang dingin terangkat menyentuh air mata yang mengalir turun membasahi pipinya. Suara itu memanggil namanya semakin keras saat pandangannya menjadi gelap. (c) 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines