Hitam di  Sajadah Putih

Hitam di Sajadah Putih

  • WpView
    Reads 556
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 5, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
WARNING!! Ini bukan cerita cinta perempuan berniqob yang terjaga kemurnian cintanya 😊bukan pula cerita nekat pengakuan cinta seseorang pada lawan jenisnya🙃. Ini hanyalah sepenggal cerita tentang kedua insan biasa yang ingin berusaha mendapat cinta yang diridhoi Tuhan nya, namun dengan segala keterbatasan mereka masih terjebak antara hitam dan putih🙂 Selamat menikmati jalan ceritanya 🤗 Jika didunia ini memang benar tidak ada yang namanya kebetulan, berarti perkenalan kita bisa disebut dengan takdir? Alif Rahman. " Aku mencintai orang yang mendekatkan ku pada ALLAH jika belum maka aku akan belajar mencintainya" Alina Devano. " Jikapun tidak ada bahu untuk bersandar masih ada hamparan bumi yang luas untuk bersujud " 🥀Orang yang benar peduli pada mu akan memastikan bahwa kau memang benar baik-baik saja meskipun jelas kau selalu tersenyum dan mengatakan bahwa kau baik-baik saja🥀 Apakah takdir sengaja mempertemukan mereka untuk saling melengkapi? atau sekedar memberi pelajaran hidup? . . 🌻 ‌
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAKDIR ALLAH (END)
  • Disatukan Oleh Perjodohan [END]
  • Perihal Mengikhlaskanmu [TAMAT]
  • Jika Takdir Telah Ditentukan
  • Bill-HanZa (Malaikat Penjaga di Sepertiga Malamku) (✔️)
  • Tertulis Dalam Doa
  • Sampai Kepadamu
  • Garis Takdir Adinda (END) ✓
  • AKADIBA • Rasa dan kita (END)
  • Takdirku ✓

__________________________________________ Di publish pada: rabu 3 Agustus 2022 __________________________________________ "Assalamualaikum, Hai.. Kenalin, aku aniva. Aniva Humaira. Aku terlahir di keluarga yang bisa dibilang cukup paham agama, ayah bunda dan kakakku adalah tiga orang yang sangat menjagaku. Saat aku berusia 17th, tepatnya aku masih duduk di bangku kelas 3 SMA. Kala itu aku bersama Rere (sahabatku) sedang berada di kantin sekolah. Cerita ini dimulai saat aku bertemu dengan seorang pria tampan, kita berbeda, saaangat berbeda. Tapi dengan jalannya Takdir Allah........., Lautan seluas apapun, gunung setinggi apapun, sungai sederas apapun, jalanan seterjal apapun, benteng sekokoh apapun, dengan adanya Takdir Allah tidak ada yang tidak mungkin. Inilah ceritaku, disini sebuah perbedaan akan disatukan. Karna kami tau, Tuhan itu satu. Satu-satunya yang akan membawa kita semua dalam kebaikan. ___________________________________________ Yuk baca cerita Takdir Allah sampai selesai. Jangan lupa vote disetiap part-nya ya.. Btw, ini cerita 100% hasil khayalan aku pribadi ya temen-temen. Jika mungkin ada unsur kesamaan dari covernya, alur ceritanya, nama tokohnya, dll.. Itu murni kebetulan. HAPPY READING ♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines