My Perfect Raven

My Perfect Raven

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Sep 1, 2020
Birdystone dulunya kota yang sangat indah. Kemudian masa Musim Panas yang kelam menerpa habis kota tersebut, meninggalkan seorang anak bernama Viir yang kini hidup di jalanan, bersama satu-satunya teman yang dimilikinya yaitu sekumpulan burung gagak. Viir tak pernah tahu mengapa dia bisa memahami gagak-gagak itu. Tetapi ketika ia menyalamatkan gadis bernama. Mia dari serangan mengerikan, Viir menemukan banyak yang lainnya seperti dia para manusia yang bisa berbicara kepada hewan tertentu. Dan beberapa dari mereka sangat berbahaya. Sekarang manusia yang paling jahat dari semuanya sedang beraksi kembali. Dan untuk menyalamatkan Mia dan juga keluarga gadis itu, dan seluruh kota Birdystone. Viir mesti segera menguasai kemampuan yang tidak pernah dimilikinya. Dan bersiap untuk melawan kegelapan yang tidak pernah ia bayangkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sebuah Antara βœ”
  • π‘¨π’Œπ’”π’‚π’“π’‚ π‘«π’Š π‘³π’‚π’π’ˆπ’Šπ’• 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏
  • Reuni Rumah Oma [Jake, Jay,Heeseung, Sunghoon]
  • Middlemost | ENHYPEN βœ”
  • KALA BIRU DEWATA
  • Satu Atap, Satu Hati
  • The Secret Kingdom [END]
  • Stay (Completed)
  • HAUNTED (tamat)
  • How to Escape||Outbreak Unleashed

Terakhir kali bias jingga datang, Jagat sedang menikmati sorenya ditemani alunan musik yang sengaja diputar berulang-ulang. Sampai ketika senjanya benar-benar menghilang, Jagat masih enggan untuk beranjak pulang. Alasannya sederhana, Jagat hanya ingin menetap lebih lama, menyaksikan bagaimana sore berganti malam dalam kesendiriannya. Atau justru hanya sebuah kesengajaan agar perlahan-lahan Jagat terbiasa merasakan sakitnya ditinggalkan. Pelan-pelan. Agar lukanya tidak semakin dalam. Sampai ketika Jagat sadar, bahwa senjanya sudah lama terbenam, detik itu rasanya angin seakan berbisik tentang berbagai macam kehilangan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines