Tanpa Judul

Tanpa Judul

  • WpView
    LECTURES 113
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Chapitres 7
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., mars 17, 2024
Kita adalah cerita yang tak sempat diberi judul, pada ujung yang menjatuhkan aku. Jatuh ditempat yang paling aku inginkan, bernama kamu. Kamu menjadi dalang atas senyuman lengkung, menjadi sebab mata yang sendu, menjadi rindu yang candu. Kau aroma yang tak pernah menjengahkan indraku. Kau aroma yang terus merasuki hidung sampai tempurung kepalaku. Membawa aku pada seluruh aroma yang pernah kita tapaki. Tanpa judul adalah kita. Cinta yang tidak pernah mengusaikan aku. #Kamu
Tous Droits Réservés
#118
kafe
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • The Coffee Crush
  • Coffee Shop Serendipity [ ON GOING ]
  • Our Coffee (Completed)
  • Berlari Untuk Menyerah [TERBIT CETAK]
  • Secangkir Kopi Vanilla [Tamat]
  • HARUSKAH KAU PERGI
  • Dear Angga✔
  • COFFEE BREAK | ✔ | FIN
  • TAKDIR KITA
  • Coffee Break Time

The Coffee Crush Di hari Kavya's Cafe membuka pintunya untuk pertama kali, Falisha Lyria tak pernah menyangka bahwa satu langkah kecilnya masuk ke dalam ruangan itu akan mengubah arah hidupnya. Ia hanya berniat singgah. Memesan kopi. Lalu pulang seperti biasa. Namun ia bertemu Aksananda Kavizra---pemilik kafe dengan cara bicara yang tenang dan keyakinan yang terasa terlalu meyakinkan untuk sekadar kebetulan. Sejak awal, Aksa tak pernah terdengar ragu. Ia berbicara tentang masa depan dengan seolah-olah Falisha sudah ada di dalamnya. Dan bagi seseorang yang tak pernah benar-benar dipilih sebelumnya, kepastian itu terasa seperti rumah. Kedekatan mereka tumbuh tanpa drama. Tanpa tarik-ulur yang melelahkan. Hanya dua orang yang merasa cocok, merasa yakin, merasa seolah semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Namun semakin hari, Falisha mulai menyadari bahwa ada bagian dari cerita Aksa yang tak pernah benar-benar ia dengar. Bukan karena disembunyikan, hanya ... tak pernah diceritakan. Dan dalam setiap hubungan yang terlihat tenang, selalu ada satu hal yang tak kasatmata. Falisha percaya ia adalah awal yang baru. Tapi bagaimana jika ia sebenarnya hanya kelanjutan dari sesuatu yang belum selesai? Atau mungkin, sejak awal ... ia memang tak pernah sendirian dalam cerita itu?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu