Tanpa Judul

Tanpa Judul

  • WpView
    Membaca 114
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mar 17, 2024
WpInfo
Fiksi
Romansa
Kita adalah cerita yang tak sempat diberi judul, pada ujung yang menjatuhkan aku. Jatuh ditempat yang paling aku inginkan, bernama kamu. Kamu menjadi dalang atas senyuman lengkung, menjadi sebab mata yang sendu, menjadi rindu yang candu. Kau aroma yang tak pernah menjengahkan indraku. Kau aroma yang terus merasuki hidung sampai tempurung kepalaku. Membawa aku pada seluruh aroma yang pernah kita tapaki. Tanpa judul adalah kita. Cinta yang tidak pernah mengusaikan aku. #Kamu
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#105
ketawa
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Coffee Shop Serendipity [ ON GOING ]
  • Dear Angga✔
  • Coffee Break Time
  • MALIKA
  • TAKDIR KITA
  • Almost.
  • The Coffee Crush | On Going
  • Our Coffee (Completed)
  • [ COMPLETED] AFTER WORK
  • Caramel Macchiato

Daffin Antasena tak pernah menyangka bahwa rehat sebulan sebelum tur albumnya justru membawanya kembali pada satu hal yang belum pernah benar-benar ia tinggalkan: masa lalu. Kembali ke kota tempat ia tumbuh dan jatuh cinta untuk pertama kalinya, Daffin menemukan sebuah kedai kopi yang cukup eksis dan menarik perhatiannya karena konsepnya terasa akrab dan nyaman untuknya yang perlu menjauhi kerumunan. Hingga ia menyadari satu hal yang membuat jantungnya tercekat. Pemilik kedai itu adalah Lea, mantan kekasihnya. Hubungannya dengan Lea berakhir baik-baik saja. Mereka sepakat untuk mengakhiri hubungan karena tak cukup kuat untuk bertahan dalam jarak, setidaknya menurut Daffin. Namun Lea yang kini berdiri di hadapannya bukanlah Lea yang ia kenal. Gadis yang dulu sensitif terhadap kafein itu kini hidup di antara pekatnya kopi dan aroma espresso. Lebih dari itu, sikapnya pun dingin seolah Daffin hanyalah pelanggan biasa. Tentu hal itu menimbulkan tanda tanya baginya. Apa yang terlewat selama Daffin mengejar mimpinya? Dan mengapa masa lalu yang dirasa selesai dengan baik justru menyisakan pertanyaan yang tak pernah ia ketahui jawabannya? Pertemuan yang tak direncanakan itu membuka kembali luka, kenangan, dan perasaan yang belum benar-benar padam. Di antara pahitnya kopi dan manisnya kenangan, Daffin dan Lea harus memutuskan, apakah cinta lama memang ditakdirkan untuk kembali, atau hanya indah sebagai kenangan? - Coffee Shop Serendipity -

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan