SCHATTEN

SCHATTEN

  • WpView
    Reads 1,376
  • WpVote
    Votes 195
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 17, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"mamahhh........." Teriak Rainna kecil melihat ibunya yang terjun bebas ke jurang karna di dorong oleh seseorang dia tidak bisa menolong ibunya di karenakan ia di pegangi oleh orang yang sangat dia kenal Ia berlari setelah melepaskan diri dari cengkraman itu ia berlari terus tak tahu arah karna kata mama nya ia harus berlari setelah sampai di sana Hutan yang ia pijak semakin luas saat ia berlari ia mencari jalan keluar dari hutan di tambah hujan yang mengguyur hutan tersebut membuat mata nya memburam namun saat itu juga ada sebuah tangan kekar yang menarik nya dan membekap mulutnya "Suhtt diam kamu aman sama saya" ujar pria itu yang tidak di ketahui namanya oleh Rainna tapi muka itu sangat mirip dengan muka seseorang yang tadi mencengkeram nya untuk melihat kejadian mama nya terjun Di samping pria itu ia melihat seorang anak laki-laki yang umur nya sama seperti nya Anak itu menarik ia sampai ke trotoar dan keluar dari hutan ini saat mendapat instruksi dari ayah nya "Kamu siapa? dan om itu siapa?" Tanya Rainna namun anak laki-laki itu tidak menjawab nya ia sibuk memperhatikan netra mata coklat punya perempuan di depan dia ----------------------- "Rainna ini papa aku!" Ujar Rey Rainna terkejut pasal nya papa Rey itu adalah Jeng cari tau di cerita nya mendebarkan pasti nya September 2020🌧️ Cover by Pinterest and me
All Rights Reserved
#37
ips
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perihal Sandwich(End)
  • Ada Sesuatu di Jogja (Renjun Lokal)
  • Arcus & Raine [On Going]
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • GILANG FALLS [COMPLETED]✔️
  • LOVE for the MAKNAE
  • SEMESTA
  • Don't Give Up
  • Hurricane (ON GOING)
  • Divorce (jaeren)

Tidak ada yang mau memiliki adik sebanyak Mas Malik. Apalagi di zaman modern serba uang. Rasanya untuk membiayai hidup sendiri saja sudah sulit. Namun, bagi Mas Malik ke-enam adiknya adalah anugerah besar dalam hidupnya. Kami tujuh bersaudara dari umur dan sifat yang berbeda-beda. Kami memiliki julukan piatu geng, karena ibu sudah meninggal sejak Jafar baru dilahirkan. Gak tahu kenapa Abah sangat betah menduda. Abah bilang ibu itu seperti perampok handal yang bisa merampok semua hati Abah tidak tersisa. Kata Abah, dia terlalu takut untuk membuka hati lagi. Takut kalau ternyata gak bisa kasih ruang beserta isinya untuk si perampok baru. -Mas Malik- "Generasi Sandwich itu apa, sih, Bang?" "Kayak kita gini, saudaranya banyak." "Kata temen aku, jadi generasi Sandwich itu gak enak ya, Bang?" "Banyak anak, banyak kepala, banyak sifat, banyak kebutuhan." "Intinya jadi generasi Sandwich itu harus banyak uang, sih, biar tetep akur." "Jaf, sandwich kita ini beda dari yang lain, ini lebih spesial. Spesial bukan karena pake keju sama telor, tapi karena di dalamnya ada Abah, Mas Malik, Bang Eja, Janu, Jerry, Cahyo, sama kamu!" Bukannya memang tidak ada persahabatan yang lebih indah selain dengan saudara sendiri? Walaupun siang malam bisa berubah jadi Roro Jonggrang, tapi tetap saja mereka saling sayang seperti Upin Ipin. Masih pemula Bahasa baku, non baku Maaf kalau banyak typo 🚫Masih amburadul, tidak cocok untuk diikuti🚫 Salam Hangat Mentai👋

More details
WpActionLinkContent Guidelines