Love Is War

Love Is War

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 25, 2023
Arisha memiliki prinsip yang akan selalu aku pegang selama hidupnya. Yaitu, "Jodoh ada di tangan Tuhan. Selagi Tuhan belum mempertemukan aku dengan jodohku, aku tidak akan sibuk mencarinya." Begitulah sekiranya, hingga suatu hari kedua orang tuanya mulai membicarakan hal aneh yang disebabkan oleh mimpinya. Kata ayah Arisha, "Arisha sayang, mungkin saja waktu ayah dan ibu sudah tidak lama lagi. Hal yang kami inginkan adalah melihat kamu mengenakan gaun pengantin yang indah. Karena itu....." -------- -------- Hayoooooooo.... Kepo, kan? Ayolah mampir dan menetap agar mantap karena baca cerita yang mantap. JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, FOLLOW AKU, DAN SHARE KE TEMAN-TEMAN YAAAA ❤️
All Rights Reserved
#43
miskin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Freaky Family [END]
  • Kata Cinta Dalam Doa [END/Tersedia Lengkap]
  • LYVARU
  • Assalamu'alaikum, Mas Azzam !
  • it's impossible for me to love you
  • Perfect My Husband (end)
  • Moonlight Glow in the Heart [On Going]
  • Aku Atau Dia! (COMPLETE)
  • Al N' Ray

Cover by Linda112 (Pinterest) Menikah dengan seseorang yang lebih tua 8 tahun dari dirinya, membuat Umayma sedikit merasa minder jika dibandingkan dengan banyaknya wanita matang dari segi umur yang mendekati sang suami, apalagi profesi sang suami yang menjadi CEO muda di salah satu perusahaan besar yang diwariskan untuk lelaki itu. Tak ayal, Umayma sering kali melimpahkan keluh kesahnya pada sang suami yang sebenarnya tidak tahu kenapa istri kecilnya itu sering kali overthinking tentang dirinya. Huhu! Ini bukan sepenuhnya tentang perjodohan, karena sebelum menikah mereka sudah saling mencintai dan sepakat untuk melikah setelah Umayma lulus dari sekolah menengah akhir. ••• Meskipun begitu, Umayma dan Ilker memilih untuk menunda kehamilannya, karena Ilker ingin menstabilkan perusahaan yang ia bangun sendiri selama dua tahun belakangan ini. Karena mungkin sudah takdir mereka yang harus memiliki anak, Umayma dipertemukan dengan bayi kecil yang berada di dekat tong sampah yang tak jauh dari gerbang rumahnya. "Kak Ilker?!" teriakan dari Umayma mampu membuat Ilker yang sibuk dengan smartphone yang ada di tangannya, langsung berlari ke arah istri kecilnya itu. "Kenap-"belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Ilker lebih dulu menarik selembar kertas yang berada di bawah kaki bayi yang kini berada dalam gendongan Umayma. "Ibu kandungnya meninggal setelah melahirkan, sedangkan ayahnya sudah kembali ke negara asalnya," jelasnya "Kita angkat aja yah, kak?" Mendengar permintaan istrinya membuat Ilker yang tadinya ingin menyarankan untuk membawa bayi itu ke panti asuhan, lantas ia urungkan, "Kasian kak," Umayma yang melihat sang suami hanya berdiam diri, langsung menampilkan wajah memelasnya hingga Ilker tidak punya pilihan lain selain mengangguk. Ini kisah mereka. Seorang pria yang tidak menyukai anak kecil, dan seorang wanita muda yang tidak memiliki pengalaman untuk merawat bayi. Akankah mereka bisa menjadi orang tua yang baik? Start:02-06-2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines