We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Love Is War

Love Is War

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 25, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Arisha memiliki prinsip yang akan selalu aku pegang selama hidupnya. Yaitu, "Jodoh ada di tangan Tuhan. Selagi Tuhan belum mempertemukan aku dengan jodohku, aku tidak akan sibuk mencarinya." Begitulah sekiranya, hingga suatu hari kedua orang tuanya mulai membicarakan hal aneh yang disebabkan oleh mimpinya. Kata ayah Arisha, "Arisha sayang, mungkin saja waktu ayah dan ibu sudah tidak lama lagi. Hal yang kami inginkan adalah melihat kamu mengenakan gaun pengantin yang indah. Karena itu....." -------- -------- Hayoooooooo.... Kepo, kan? Ayolah mampir dan menetap agar mantap karena baca cerita yang mantap. JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, FOLLOW AKU, DAN SHARE KE TEMAN-TEMAN YAAAA ❤️
All Rights Reserved
#78
miskin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Kamu, Nadia
  • ISTRI SETELAH CINTA
  • DUNIA LEXA ( On Going )
  • Perfect My Husband (end)
  • Love Motivation
  • LYVARU
  • Aku Atau Dia! (COMPLETE)
  • Shadow of the unseen (Moqeel - Mohan Aqeela) END

Sejak sekolah dasar, Nadia adalah pusat dunia bagi Raditya Juna Mahesa. Mereka adalah tetangga yang begitu lengket satu sama lain. Tapi tiba-tiba di suatu hari Radit berubah, dia jadi cuek dan seolah Nadia bukan apa-apa baginya lagi. Jarak pun membentang jauh di antara keduanya. Kata Nadia yang kala itu marah pada Radit karena dia berubah, "Radit jahat! Mulai sekarang kita bukan teman lagi!' Semenjak itu, mereka hanya orang asing. Hingga suatu hari akan ada perjodohan dalam dua keluarga itu. Antara Nadia dan Priyandaru Samudera__kakaknya Radit. "Hai, calon adik ipar!" sapa Nadia yang membuka pintu rumahnya di suatu pagi pada tamunya. Radit tetap cuek tanpa ekspresi meski Nadia terdengar mengoloknya. "Seperti mendung yang belum tentu turun hujan. Calon belum tentu jadi beneran. Bisa aja, aku yang nikahin kamu di hari yang sudah ditentukan." "Eng-gak mung-kin!" "Maka akan aku buat menjadi mungkin."

More details
WpActionLinkContent Guidelines