SAMBANG

SAMBANG

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 29, 2020
Bu Wino adalah seorang warga yang tinggal di daerah perkotaan. Sebagaimana stigma yang ada di masyarakat bahwa orang kota dianggap lebih modern dan lebih tau dalam segala hal sedangkan orang yang tinggal di desa dianggap kuno dan ketinggalan jaman. Namun ternyata di masa pandemi corona seperti sekarang ini, stigma tersebut agaknya kurang pas apabila anda menyimak cerita pendek berikut hingga akhir.
All Rights Reserved
#50
terinspirasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BIOPOCALYPSE : Extinction
  • Delivery Love
  • Grantha : Ramadhan Pertama
  • [NamSeok] ✔️ - Ramadan in Love
  • BLOOD AND OATH
  • Kos-Kosan ; ATEEZ (available only Ramadhan) ✓
  • Kalut
  • VAGALDARA [TERBIT]

Selamat datang di abad post-pandemic. Inilah dunia 20 Tahun kemudian setelah wabah. Selama dekade terakhir, bumi menjadi rumah yang tak nyaman oleh keserakahan dan kesombongan umat manusia. Laut dipenuhi sampah dan minyak, hutan menjadi kering, dan makhluk hidup terus punah. Wabah penyakit mematikan pun terjadi setiap 100 tahun sekali. Sejarah umat manusia akan segera berakhir. Bukan karena perang nuklir ataupun bencana alam, melainkan kesalahan di balik tragedi virus Corona yang menimpa bumi Pertiwi. Sebuah mimpi buruk yang bahkan mampu mengubah sebagian besar populasi dunia menjadi kanibal yang kejam. Bukti menunjukkan bahwa virus P, proyek sains BRC, memiliki hubungan langsung dengan makhluk bermutasi. Bisa dikatakan, umat manusia sendiri adalah malapetaka yang membinasakan semua makhluk hidup dimuka bumi. Melanjutkan cerita sebelumnya, kini manusia menghadapi ambang dari kepunahan mereka di tangan hasil ciptaannya sendiri, wabah ZOVID 21. Yang terinfeksi telah berevolusi, tatanan masyarakat telah jatuh. Alam telah mengambil alih di mana-mana. Kehancuran lingkungan dan eksperimen biologis yang salah telah menciptakan skenario kiamat zombie, mendorong para penyintas yang tidak terinfeksi ke tepi jurang. Pada akhirnya, haruskah mereka tetap bersikap baik dan jujur, atau mengikuti naluri untuk bertahan hidup?

More details
WpActionLinkContent Guidelines