Nous avons mis à jour nos Directives du Contenu.
Consulte les dernières directives pour continuer à partager des histoires en toute sécurité.
En savoir plus 
Indigo
  • WpView
    LECTURES 1,763
  • WpVote
    Votes 233
  • WpPart
    Chapitres 16
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., mars 27, 2021
WpInfo
Fiction
Horreur
Hinata Hyuga, adalah nama seorang gadis berambut indigo panjang berponi dan memiliki mata berwarna putih lavender. Pada saat ia berumur 16 tahun ia mengalami banyak hal aneh. Matanya sering terasa sakit dan yang paling aneh adalah Ia bisa melihat dan mendengar apa yang orang lain tidak bisa. Ya, dia indigo. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah ia akan membantu hantu-hantu tersebut? Hanya saya dan tuhan yang tau:v Ikuti kisahnya... ⚠️WARNING⚠️ - Bahasa berantangan - Cerita gaje - Typo bertebaran Semoga suka<3
Tous Droits Réservés
#58
tenten
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Destiny
  • Look at Me
  • Rest Area
  • Mind
  • DAISUKI!! HINATA-CHAAN
  • Connected [Fanfiksi NaruHina dan SasuSaku]
  • More Colorful ✓
  • Instagram Hinata [End]
  • His Perfect Love - Uzumaki Naruto✔
Destiny

Isekai Bagi Hikari hanya sebuah genre komik yang sering dia baca, tapi apa jadinya jika dirinya sendiri malah terjebak dan mengalami kejadian persis seperti komik dan novel bacaannya. ------------ Jarak di antara mereka hampir hilang. Hinata bisa merasakan napas hangat Shikamaru di atas kulitnya, begitu dekat hingga setiap helaan napasnya mengirimkan sensasi yang menjalar di sepanjang punggungnya. Tangannya masih bertumpu di pinggangnya, menggiringnya dalam gerakan yang seakan hanya mereka berdua yang tahu ritmenya. Lalu, tanpa peringatan, Shikamaru menundukkan kepala sedikit, mendekat ke sisi lehernya, tepat di bawah telinganya. "Hinata..." ------- Tangan Sasuke yang tadi masuk saku sekarang bertumpu di pagar balkon, tepat di sampingnya. Dia tidak menyentuhnya, tapi kehadirannya terasa begitu nyata. Hinata bisa mencium aroma jasnya yang masih menyimpan sisa dingin udara malam. "Dan saat aku seperti ini, kau juga tidak tahu?" Sasuke bertanya lagi, nada suaranya rendah dan dalam. Jari Hinata sedikit mencengkeram gaunnya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu