FADIL
  • WpView
    Reads 75,369
  • WpVote
    Votes 8,241
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 6, 2025
Fadil itu pintar tapi standar menurut Papanya. Mereka sudah seperti anjing dan kucing pokoknya. Tidak ada yang pernah mau mengalah. Tapi Papanya cukup menyenangkan. Mama Fadil itu tegas sekali, kadang Fadil sampai canggung dengan Mamanya sendiri. Mereka, Mama dan Papa Fadil tidak tinggal bersama. Alias sudah berpisah. Fadil lebih sering bersama Ridwan, Papanya. Dengan Mamanya -Gina- mungkin hanya saat weekend saja, itupun jarang. Fadil itu petakilan tapi Cool. Pintar tapi sok merendah. Rajin mendengarkan, tapi sok malas. Fadil itu penurut, kadang. Lebih sering bandel sih. Untung ganteng. Kalau nggak, mana mau para bidadari SMA Merdeka mengejar-ngejarnya. Fadil itu nggak bisa ditebak. Sifat, tingkah laku dan semuanya sering berubah-rubah. Mereka,teman-teman dan orang di sekitarnya kadang bingung, sebenarnya Fadil itu orang seperti apa?
All Rights Reserved
#648
sickstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • their story
  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • Just Once ✔
  • Goodbye Angelo ✔️ (Tamat)
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Harapan (Tamat)√
  • Sebuah Tanggung Jawab Kecil
  • LOVE AND HEART

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines