ROLLER COASTER

ROLLER COASTER

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 2, 2020
Indah : Hidup itu tentang berjuang, tentang penerimaan. Bukan dinikmatin saat bahagianya saja. Kamu harus mulai terbiasa dengan kegagalan, dengan berbagai macam hal yang akan mendatangkan kesedihan. Tak terkecuali, juga karena patah hati karena kehilangan seseorang. Kamu juga harus mulai terbiasa bangun lagi saat sudah jatuh. Bukannya berlarut dan meninggalkan segalanya. Life is a Roller Coaster, sayang. Ada saat kamu di atas, dan juga ada saat kamu di bawah. Bukan hanya sekedar garis lurus, tetapi juga banyak jalan yang berliku. Jangan lemah. Daniel : Roller Coaster mengajarkan saya bahwa hidup tidak selamanya akan berada di atas, tidak selamanya bahagia, tidak selamanya sesuai dengan realita. Ada masa dimana saya dijatuhkan dengan cara yang keras saat saya sedang bahagia-bahagianya berada di atas. Ada masanya juga saya dibuat terkejut dengan tikungan tajam yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Membuat jantung terasa ingin lari dari tempatnya, membuat napas saya tidak lagi berirama. Bagi sebagian orang, hal ini mengerikan. Bagi sebagian lainnya, hal ini memiliki sensasi yang menyenangkan. Mengapa? Karena saat dijatuhkan, saya dapat dengan bebas berteriak lepas, sampai saya puas. Setelahnya, saya kembali mengumpulkan energi untuk menghadapi perlajalanan berikutnya. Entah itu jalan yang menanjak atau tikungan yang mengejutkan sekalipun, saya sudah siap.
All Rights Reserved
#2
coffeelovers
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raga Kecil
  • tetangga berisik
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • The Disappearance of Butterfly
  • Hujan Yang Tak Merindukan Pelangi [ORINE]
  • The last song of our love in London •END•
  • SalFlo
  • NYAMAN. (Lilynn & Orine) 48 Gen 12

Mengisahkan seorang ibu tunggal yang merawat kedua raga kecilnya tanpa campur tangan dari siapapun. Sebagai seorang ibu yang berdiri sendiri, ia memikul banyaknya peran dalam hidup. Setiap hari adalah perjuangan tanpa henti untuk memastikan anaknya tumbuh dengan bahagia, meski sering kali ia menyembunyikan lelah di balik senyumnya. Ibu dan anak adalah dua jiwa yang terhubung oleh cinta paling murni, sejak detak jantung pertama terdengar di dalam rahim. Bagi seorang anak, ibu adalah dunia. Meski ibu tunggal hanya memiliki satu tangan untuk menggenggamnya, namun kasih sayang yang diberikan tentu terasa seperti mendunia. Sentuhan tangannya adalah obat bagi segala luka, dan pelukan hangatnya adalah benteng dari segala ketakutan. Cinta seorang ibu tidak pernah memudar, ia tetap mencintai dengan cara yang tak selalu terlihat, tetapi selalu terasa. Hubungan ibu dan raga kecilnya adalah sebuah cinta abadi yang tak pernah meminta balasan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines