Menanti Rintik

Menanti Rintik

  • WpView
    Reads 310
  • WpVote
    Votes 139
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 4, 2020
Teruntukmu gadis hujan yang selalu termenung kala rintik itu menyentuh wajahmu, saat kau menarik lengkung bibirmu sambil memejamkan mata seakan tengah berbincang dengannya. Kau indah kala itu ~Dafandra Sagara~ Teruntukmu pria ceria yang selalu menatap bintang, aku merindukan senyumanmu yang kini tak dapat kutatap diam diam, walau rasa ini hanya sebatas angan, walau tak pernah ada jawaban dari sebuah pengakuan, tak apa tapi ku mohon kembalilah ~Raina Rahastari~ Teruntukmu gadis pendiam yang membenci keramaian, ada banyak kata yang ingin aku ucapkan, namun diri ini terlalu bungkam. Maaf karena telah berbohong kepada mu, aku begini karena tak ingin sedihmu, semoga senyum itu tetap ada walau tanpa diriku ~Arka Anggara~ Karena cinta bukan tentang seberapa lama kita menanti juga bukan tentang seberapa besar rasa yang dimiliki. Cinta lebih indah dari itu saat air mata tak mampu lagi bicara saat bibir tak mampu mengungkapkan kata dan saat telinga yang tak mampu mendengar gema saat itu juga Mengikhlaskan adalah titik terindah dalam cinta.
All Rights Reserved
#140
penantian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • SHEFAYRA
  • ALISHA (end)
  • Cinta Berbalut Puisi
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Just Remembrance!
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku

[HIATUS] Indira tidak pernah meminta untuk dilahirkan dengan tubuh yang lemah. Tapi hari-harinya kini dipenuhi detak mesin, jarum-jarum tajam, dan dinding rumah sakit yang dingin. Tubuhnya tidak pernah benar-benar sembuh, tapi pikirannya terus mencoba kuat. Karena di sisi lain, ada Ella. Seseorang yang selalu ada di sana, dengan sabar, lembut, dan tak pernah menyerah. Ella yang datang dengan susu kotak saat dunia rasanya hambar, yang menemani sesi cuci darah meski hanya bisa duduk diam sambil menggenggam ujung jaket Indira. Namun semakin hari, semakin terasa: ada batas yang tak bisa lagi mereka pura-pura tak lihat. Indira mulai menjauh, bukan karena tidak cinta, tapi karena takut cinta itu perlahan berubah jadi beban. Ia merasa tak lagi layak untuk dicintai, apalagi saat tubuhnya sendiri terkadang tak sanggup berdiri lebih lama dari lima belas menit. Sementara Ella terus bertanya; mengapa kak Indira menarik diri? Apa salah jika ia ingin tetap di samping seseorang yang ia pilih untuk ia perjuangkan? Di antara rasa sayang dan amarah yang terpendam, keduanya mulai kehilangan arah. Mereka tak pernah bertengkar, tapi diam-diam saling menyimpan luka. Sampai pada akhirnya, sebuah sore yang sunyi di stasiun kecil menjadi saksi bahwa: keduanya duduk berdampingan, tanpa banyak kata. Hanya ada satu kalimat dari Ella, pelan namun penuh makna, "Ayo menepi dulu, sebentar saja." Bukan untuk pergi, bukan untuk berakhir. Tapi untuk istirahat dari semua hal yang memaksa mereka menjadi kuat setiap waktu. Namun yang tidak mereka tahu adalah... kadang, yang kita anggap hanya sebentar bisa jadi jeda terakhir sebelum semuanya berubah. "Aku ngerasa kayak mayat hidup, El..." "Ada aku, Ada Ella... Semuanya akan baik-baik aja, kak. Trust me..." Start ; Fri, May 16, 2025 End ; - By. awmawindh |; Seraphine.daine

More details
WpActionLinkContent Guidelines