Hitung Mundur

Hitung Mundur

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 31, 2020
Pria ini dipanggil DEV , dengan skill dan bakat out of the box. Dev memiliki segala keberuntungan dalam hidupnya. Cinta, karir, dan social circle. Seolah semua aspek kehidupan mendukungnya. Ibarat tokoh si Untung dalam komik donal bebek, begitupun dev. Tidak ada satupun kesialan yang mengetuk takdirnya. Dari kecil hingga dewasa , dev meraih itu semua tanpa perlu berusaha. Segala hal kenikmatan dunia berjalan beriringan di hadapannya tanpa seharipun absen. Sayangnya Di usianya yang 27 tahun, DEV ditakdirkan untuk meninggal. Di suatu malam , Malaikat maut menghampirinya dalam mimpi tidurnya. Malaikat maut dengan busana sopan dan menyejukkan menghampiri dev dengan bisikan menenangkan . " Wahai dev hamba tuhan yang selalu dihadiahkan takdir emas. Selama 27 tahun kamu menerima pemberian yang sangat menyenangkan dari Tuhanmu. Hari ini kami akan mencabut nyawamu" Dev sadar dan merasa nyaman dengan suara tak dikenal berdesir di alam pikirannya itu. " Baiklah wahai mahluk asing. Aku berterima kasih dan bersyukur pada tuhan atas semua kenikmatan yang sudah diberikan. Aku tidak menolak jikapun benar kamu sebagai perwakilan tuhan yang bertugas mengambil nyawaku malam ini. Aku ihklas dan menerima takdir itu semua ". Balas Dev dengan percaya diri dan penuh senyuman. " Baiklah . Kamu memang benar-benar hamba tuhan yang taat, sekarang silahkan kamu hitung mundur dari angka 10.000 hingga nol. Dihitungan terakhir itulah nyawamu akan kami angkat dengan ekpresi bahagia dan tanpa rasa sakit sekalipun" imbuh malaikat yang semakin menjauh dari silauan pandangan Dev. " Baik aku akan mulai menghitung mundur " kata dev menyetujui permintaan sang malaikat.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Titipan Jantung Untuk Gladis
  • Cause Dare I Got Boyfriend
  • Arsyilazka
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • Hallo, Kak Diandra?
  • Is LOVE
  • This God wants to retire
  • CINTA DALAM 99 NYAWA

"Ragamu memang telah mati, habis dan tak tersisa namun jantungmu masih terus bersarang serta selalu ikut berdetak bersama setiap hentakan denyut nadiku. Begitupun cintamu tak akan pernah mati walau tangan kita tak lagi saling berpegang untuk saling menguatkan, karena kita sudah dipilih Tuhan untuk saling menyatu."-Gladis Benar kata orang cinta itu milik kita namun hanyaTuhan yang punya kuasa untuk menyatukannya, cintaku pada Agung memang tak pernah mati walau dia sudah pergi lebih dulu kepada pemilik hati yang sebenarnya, dia korbankan jantungnya untukku agar aku terus hidup tapi bagaimana mungkin aku hidup sementara hatiku mati?. Seperti ucapannya untuk yang terakhir kali "Gladis jangan jadi wanita yang lemah, hapus air matamu dan melangkah terus kedepan. You must go on, aku akan selalu menjagamu walau jarak kita tak lagi dekat."-Agung. Ntah bagaimana cara aku melanjutkan hidup ini tanpa dia, tanpa senyumnya dan tanpa semangat darinya. Saat ini yang ada dalam pikiranku hanyalah kematian, aku ingin pergi bersamanya berbagai cara aku lakukan bahkan dengan menghabisi nyawaku sendiri tapi percuma sia-sia saja, seakan Tuhan lebih mencintai nyawaku daripada penderitaanku. Aku lemah dan tak punya semangat untuk hidup sampai akhirnya Tuhan punya jawaban dari semua doa ku mungkin juga doa Agung dari atas sana, dia titipkan seorang lelaki yang baik hati memberi aku kekuatan dan alasan untuk melanjutkan hidup ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines