Batik Ranger

Batik Ranger

  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Sep 26, 2014
WpInfo
Non-Fiction
Ini hanyalah sebuah Flash Fiction yang kuselenggarakan di grup Klub Novel Ringan beberapa hari yang lalu. Sewaktu itu aku belum genap seminggu menjadi admin namun karena grup itu sepi, maka aku membuat sebuah event membuat FF yang bertemakan BATIK. Hasilnya cukup menarik yaa meskipun hanya enam member yang menyetorkan karya mereka. Tak apa. Aku senang :D Sebelum menikmati Flash Fiction buatanku ini, aku hanya ingin mengatakan bahwa sebenarnya ide dari FF "Batik Ranger" ini dari ide salah satu peserta event yang ragu membuat FF ini. Oleh sebab itu, aku membuat FF ini untuknya. Untuk membuktikan bahwa, penulis itu mampu menuangkan idenya (meskipun ide itu sangat gila) ke dalam sebuah cerita yang hanya berbatas minimal 200 kata dan maksimal 500 kata :D Sekian dariku, selamat membaca dan silahkan utaran opinimu tentang FF ku dan berikan vote bila kau menyukainya ^_^
All Rights Reserved
#35
batik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Our Juvenile : MANGUN KARSA
  • ASRAMA LANTAI 7 {TERBIT} ✓
  • Oneshoot BTS [END]
  • Angels and a Girl {BTSZy} [END]
  • DARK COUPLE [ROMBAK ALUR]
  • RESURGERE: The Andalas of Nusan [CH]
  • ONESHOOT BTS 2
  • Berbeda (Boboiboy X Ejen Ali X Upin Ipin) AOF #2✔
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines