Story cover for Waiting For... by thesolegalaxy
Waiting For...
  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Aug 30, 2020
"Sudah biasa nunggu," itulah 'candaan' yang sering dikatakan orang-orang apabila harus menunggu. Namun, apakah setiap orang sadar apa yang harus mereka tunggu dan sampai kapan mereka menunggu?

Cerita ini adalah cerita tentang penantian panjang dari perempuan yang bernama Laudia Kei. Perempuan yang sedang menunggu. Pertanyaan yang sama terus berada dibenak Kei, apa yang ia tunggu dan sampai kapan ia harus menunggu?
All Rights Reserved
Sign up to add Waiting For... to your library and receive updates
or
#112bomin
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
[END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER? cover
Waiting For You cover
SELESAI (Say Goodbye) cover
Senja Dan Jingga cover
Erlangga cover
Traces in the Light  cover
Cinta dalam Diam(End) cover
Rindu Dalam Diam cover
The Bleeding Lady [completed] cover
Rasa Tanpa Kata cover

[END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?

62 parts Complete

[FOLLOW ME BEFORE READING.] Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia. Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi. Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja? Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun. Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya. Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sampai mati. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]