Magnolia's

Magnolia's

  • WpView
    Reads 4,919
  • WpVote
    Votes 652
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 16, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Aura dingin yang selalu terpancar ke luar adalah satu-satunya tameng yang dimilikinya. Dia adalah Lia, wanita dingin dan keras kepala. Dia adalah Lia, wanita yang berpendirian teguh. Dia adalah Lia, wanita yang tidak melihat arti dari keberadaan pria. Lia doesn't need a man, they said. Dianthy Magnolia Jose (born in April) Populer di manapun dia berada dan hangat pada siapa saja adalah karakteristik utamanya. Dia adalah Tama, pria hangat dan disukai banyak orang. Dia adalah Tama, pria yang sangat penyayang. Dia adalah Tama, pria yang selalu membutuhkan keberadaan wanita. Tama who always need to be in a relationship, they said. Aditama Greeze (born in October)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unpredictable Love
  • the lust (Re)publish
  • Love Him? Big NO!!! [On Going]
  • My Perfect BASTARD
  • Nice To Meet You
  • The royal bridal (Complite)
  • Aku Benci Pertemuan
  • My Perfect Teacher
  • Warisan In Mission: Jeklin (TAMAT)
  • Never Want To Let Go { END }

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines