Story cover for KATA SANTRI by ichank46
KATA SANTRI
  • WpView
    MGA BUMASA 73
  • WpVote
    Mga Boto 6
  • WpPart
    Mga Parte 2
  • WpView
    MGA BUMASA 73
  • WpVote
    Mga Boto 6
  • WpPart
    Mga Parte 2
Ongoing, Unang na-publish Aug 30, 2020
- Devinisi santri lebih simpelnya adalah manusia sarungan dan kerudungan dengan senjata khasnya pena Hi-Tec. Yang konon katanya jika terkena benturan sedikit saja auto mati, atau paling tidak macet dikit - dikit.

- Santri dibesarkan di dunia pesantren. Makanan sehari harinya adalah nasi sambal terong, kangkung, tahu tempe. Agak mewah dikit Indomie + telor. Bisa makan ayam paling tidak satu minggu sekali, atau habis kiriman jika masih ada uang sisa setelah buat bayar hutang ke temen - temennya.

- Karena kehidupannya yang unik, mereka juga punya istilah - istilah yang jarang dimengerti oleh banyak orang, kecuali sesama santri. Seperti ro'an, merilan, tembelan, lalaran, in, bancik, jeding, ghosob, dll.

- Santri juga mengenal yang namanya cinta, mereka punya Syair Cinta Ala Nahwu yang siap membuat hati perempuan mana pun meleleh seketika, bak es batu yang dipanaskan di atas kompor. Hanya saja perasaan mereka terhalang oleh dinding pesantren, atau satpam pondok (keamanan, red;) yang selalu memantau di manapun mereka berada.

Oke Biar gak bertele - tele dan penasaran tentang buku ini langsung saja silahkan dinikmati. Jika suka ungkapkan saja, jika benci dibuang saja. hiyahiyahiya...



PENULIS (Admin @galery_santri_)
-MAYSAR SABILY-
All Rights Reserved
Sign up to add KATA SANTRI to your library and receive updates
o
#12galery
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Putih (Catatan Walisantri & Santriwati Alumni Pondok Pesantren Gontor ni AiYasmina
20 parte Ongoing
Keluarga dengan 7 anak yang berbeda karakter. Dari si sulung yang tinggi bak tiang listrik, tak banyak bicara, tapi suka menganggap dirinya keren, anak kedua yang pandai kali bicara, banyak kawan, semua sudut kota sudah ia jelajahi, ketiga yang paling bandel, banyak idenya, tapi paling bersih dan rapi dari semua saudara perempuannya, keempat yang paling pendiam seribu bahasa, bisa bertahan di kamar seorang diri selama satu pekan bermodal handphonenya, si kelima, si ketua kelas tiap tahun, paling sat set, tanggap dengan banyak peluang mencari uang dari sudut pasar manapun, si keenam halus bahasa jawanya, sulit senyum lemahnya, akhir-akhir ini suka sekali selfie dengan ponsel barunya, paling bontot, anak kesayangan ibu, karena ia lahir dengan pengasuhan ibu, apakah bapak sudah tiada? masih. Tapi, hanya ia, satu-satunya anak di keluarga kami yang belum pernah keliling kota bersepeda ria dengan bapak, dan satu-satunya anak di keluarga kami yang tidak pernah absen sholat shubuh jamaah di masjid, semenjak ia bisa menggunakan sarung sendiri Buku ini, kumpulan kisah dari alumni santriwati Pondok Pesantren di Jawa Timur. Pondok Modern Darussalam Gontor. Pondok Pesantren yang telah berdiri sekian tahun. Kami bukan keluarga dengan darah biru, keluarga biasa (bahkan terbilang miskin dalam status kelurahan) dengan bapak pensiunan wiraswasta usaha sewa buku, ibu dengan dagangan bubur bayi dan ayam tiap pagi. Bapak selalu mengulang nasihatnya, tak meminta kami menjadi kaya raya, bapak hanya meminta kami selalu menjaga persaudaraan, senantiasa di jalan pendidikan, bagaimanapun caranya, jangan jauh dari ilmu. Ketika sampai di pencarianmu, semoga kamu berhenti sejenak, ada banyak kisah mengharu biru disini, bukan membuatmu menangis. Tapi, mengajakmu bahwa, banyak kebaikan dan keajaiban manusia di alam raya. Ayo, kita rayakan bersama
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
Cerita Dari Luar Gerbang [COMPLETE] cover
Pertemuan di balik Pagar Pesantren cover
Bukan Zahra dan Ali [ 𝐄𝐍𝐃 ]  cover
Gus Your Mine! cover
Dia dan Doa   cover
Assalamu'alaikum Cinta cover
Uhibbuka Fillah Gus [END] cover
Putih (Catatan Walisantri & Santriwati Alumni Pondok Pesantren Gontor cover
Al & El : Gus, atau Pengurus? | Lanjut After Married cover
Ijbar [Selesai] cover

Cerita Dari Luar Gerbang [COMPLETE]

4 mga parte Kumpleto

Dulu saya beri judul Potret hari lalu. Namun, karena saya ingin mengubah susunan, maka jeng jeng jeng.... I present you this!!! Sebuah cerita dalam sebuah lagu, dan dua surat yang semua disusun dalam dua babak. 'Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu' * Sebuah cerita panjang tentang pesantren, mimpi, motivasi, dan sedikit patah hati dari sudut pandang seorang alumni yang belum bisa move on dari pondoknya. Selamat membaca!!! PS: Sudah tamat dan tidak ada part yang dihapus sebagian. Ewww what kind of heartless human being to do that to their readers?? Pun kalau dibukukan bakal saya hapus sekalian wkwkwkwkwk Love, Fey