KATA SANTRI

KATA SANTRI

  • WpView
    LECTURAS 77
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, dic 2, 2021
WpInfo
No ficción
- Devinisi santri lebih simpelnya adalah manusia sarungan dan kerudungan dengan senjata khasnya pena Hi-Tec. Yang konon katanya jika terkena benturan sedikit saja auto mati, atau paling tidak macet dikit - dikit. - Santri dibesarkan di dunia pesantren. Makanan sehari harinya adalah nasi sambal terong, kangkung, tahu tempe. Agak mewah dikit Indomie + telor. Bisa makan ayam paling tidak satu minggu sekali, atau habis kiriman jika masih ada uang sisa setelah buat bayar hutang ke temen - temennya. - Karena kehidupannya yang unik, mereka juga punya istilah - istilah yang jarang dimengerti oleh banyak orang, kecuali sesama santri. Seperti ro'an, merilan, tembelan, lalaran, in, bancik, jeding, ghosob, dll. - Santri juga mengenal yang namanya cinta, mereka punya Syair Cinta Ala Nahwu yang siap membuat hati perempuan mana pun meleleh seketika, bak es batu yang dipanaskan di atas kompor. Hanya saja perasaan mereka terhalang oleh dinding pesantren, atau satpam pondok (keamanan, red;) yang selalu memantau di manapun mereka berada. Oke Biar gak bertele - tele dan penasaran tentang buku ini langsung saja silahkan dinikmati. Jika suka ungkapkan saja, jika benci dibuang saja. hiyahiyahiya... PENULIS (Admin @galery_santri_) -MAYSAR SABILY-
Todos los derechos reservados
#14
galery
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Putih (Catatan Walisantri & Santriwati Alumni Pondok Pesantren Gontor
  • Gus Vs Ning
  • Gus Your Mine!
  • GuS [END]
  • Cerita Dari Luar Gerbang [COMPLETE]
  • Badgirl Masuk Pesantren (END)
  • MENDADAK JADI SANTRI
  • Bumi Santri🍁(TERBIT)
  • Story Love  Of Aisyah Guz Adnan🍁 ( Slow update)

Keluarga dengan 7 anak yang berbeda karakter. Dari si sulung yang tinggi bak tiang listrik, tak banyak bicara, tapi suka menganggap dirinya keren, anak kedua yang pandai kali bicara, banyak kawan, semua sudut kota sudah ia jelajahi, ketiga yang paling bandel, banyak idenya, tapi paling bersih dan rapi dari semua saudara perempuannya, keempat yang paling pendiam seribu bahasa, bisa bertahan di kamar seorang diri selama satu pekan bermodal handphonenya, si kelima, si ketua kelas tiap tahun, paling sat set, tanggap dengan banyak peluang mencari uang dari sudut pasar manapun, si keenam halus bahasa jawanya, sulit senyum lemahnya, akhir-akhir ini suka sekali selfie dengan ponsel barunya, paling bontot, anak kesayangan ibu, karena ia lahir dengan pengasuhan ibu, apakah bapak sudah tiada? masih. Tapi, hanya ia, satu-satunya anak di keluarga kami yang belum pernah keliling kota bersepeda ria dengan bapak, dan satu-satunya anak di keluarga kami yang tidak pernah absen sholat shubuh jamaah di masjid, semenjak ia bisa menggunakan sarung sendiri Buku ini, kumpulan kisah dari alumni santriwati Pondok Pesantren di Jawa Timur. Pondok Modern Darussalam Gontor. Pondok Pesantren yang telah berdiri sekian tahun. Kami bukan keluarga dengan darah biru, keluarga biasa (bahkan terbilang miskin dalam status kelurahan) dengan bapak pensiunan wiraswasta usaha sewa buku, ibu dengan dagangan bubur bayi dan ayam tiap pagi. Bapak selalu mengulang nasihatnya, tak meminta kami menjadi kaya raya, bapak hanya meminta kami selalu menjaga persaudaraan, senantiasa di jalan pendidikan, bagaimanapun caranya, jangan jauh dari ilmu. Ketika sampai di pencarianmu, semoga kamu berhenti sejenak, ada banyak kisah mengharu biru disini, bukan membuatmu menangis. Tapi, mengajakmu bahwa, banyak kebaikan dan keajaiban manusia di alam raya. Ayo, kita rayakan bersama

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido