SINTRU WENGI

SINTRU WENGI

  • WpView
    Membaca 128
  • WpVote
    Vote 14
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Des 5, 2020
WpInfo
Fiksi
Horor
Fani Steviani yang terlahir di keluarga kaya sekaligus anak kesayangan ia sangat lemah tidak bisa menguras tenaganya berlebihan. Di awal kehidupannya berjalan normal dan sempurna tapi kenapa tiba-tiba semua berubah drastis setelah hari ulang tahunnya yang ke 19 ? mengkisahkan kejadian mistis yang tiba-tiba hadir dalam hidup tanpa diinginkan sebelumnya oleh Fani. Part 7 awal dimulai semua kejadian itu jadi sabar ya gass poll aja deh bacanya 😊😌 ( Jangan lupa follow dan vote demi kemajuan novel ini kedepannya kasih kritik dan saran ya 😊 )
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Ibu Susu untuk Bayi Gaib
  • [✓] EVERLASTING SHINE
  • Daddy [✓]
  • GAME OVER (END) TAHAP REVISI
  • Terjebak 2 Alam [S1 dan S2]
  • Letter From Ara (END)
  • Santri Cool
  • Draft Ver: Potrait (TAMAT)
  • Self Injury's(complete)✔

Sebuah kisah gelap tentang ambisi memiliki keturunan. Tini, ibu muda berusia 19 tahun, terpaksa menerima tawaran menjadi ibu susu di rumah Joglo mewah milik Nyonya Arini. Keputusan yang akan mengubah hidupnya selamanya. Di balik kemegahan ukiran kayu jati dan aroma melati yang memabukkan, tersimpan rahasia kelam tentang keluarga ningrat yang terobsesi memiliki keturunan. Saat Tini menyadari bahwa bayi yang harus disusuinya tak seperti bayi pada umumnya, ia sudah terlanjur terikat kontrak mistis yang tak bisa dibatalkan. Kisah horor Jawa ini akan membawa pembaca menyusuri lorong-lorong gelap rumah Joglo, menghadapi pertanyaan mengganggu tentang makna keibuan, dan harga yang harus dibayar untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan kehadiran seorang anak. --- "Setiap wanita memiliki lukanya sendiri. Jangan tambah dalam dengan pertanyaan yang tak perlu, kapan punya anak?" Sebuah pengingat bahwa di balik senyum sopan dan jawaban klise "belum rejeki" dari mereka yang belum dikaruniai anak, mungkin tersimpan kepedihan dan pergulatan batin yang tak pernah kita pahami. Novel ini mengajak kita merefleksikan kembali sensitivitas dalam berinteraksi dengan sesama, terutama terkait isu kesuburan dan keibuan yang begitu personal. Dilarang menjiplak, mengambil sebagian scene ataupun membuatnya dalam bentuk tulisan lain ataupun video tanpa izin penulis. Jika melihat novel ini diplagiat, tolong lapor ke Ig/fb: @hayisaaaroon. Terima kasih, selamat membaca, semoga menghibur dan bermanfaat.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan