Story cover for LIVI by PratiwiBuntina25
LIVI
  • WpView
    LECTURAS 289
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 25
Regístrate para añadir LIVI a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#1livi
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Eliinaa de vfryfrljnvsnmtm
5 partes Concluida
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
Aturan Anti Cinta  de Kyy_15x
85 partes Concluida
Marsha anak yang sangat pintar di sekolahnya, dengan prestasi yang ia dapat ia lolos ke perguruan tinggi negeri yang ia mau selama ini. Namun, masalah datang ketika ia baru saja lulus SMA. Sang ayah tiba-tiba saja di tangkap polisi di karena terlibat kasus korupsi, beberapa aset di rampas kepolisian seperti rumah, mobil, bahkan polisi membekukan tabungan milik keluarga Marsha. suatu hari ibunya kedatangan tamu dari ibu kota, mereka terlihat akrab. Namun sepulang tamu itu ibunya menghampiri Marsha, mengajak Marsha ngobrol empat mata bersamanya. "Hahhh??? menikah??? maksud mamah aku harus nikah sama cowok yang aku gak kenal???" Marsha kaget dengan apa yang baru saja ibunya katakan. "Itu jalan satu-satunya buat kita sha... Kamu emang gamau kuliah?? itu keinginan kamu selama ini kan??" tanya Anin ibu Marsha "Gak.. aku gamau.. aku ga Sudi kalo harus menikah dengan orang yang ga aku kenal demi kuliah. yang ada ga akan bener kuliah ku mah.." jawab Marsha "tapi syahh... keadaan kita ga kaya dulu. tolonglah bantu mamah, lagian cowok yang bakal nikah sama kamu bukan pria tua Bangka yang banyak harta yang hanya tinggal tunggu matinya saja. Kamu akan menikah dengan pria muda yang tampan, yang banyak harta.. mamah juga tidak setega itu jika keadaan kita baik-baik saja tolong mengerti ya syahhh..." bujuk anin "engga...!!! sekali aku bilang engga ttep engga" jawab Marsha tegas. "yasudah kalau itu keputusan kamu.. inget syahhh kita buat makan sehari-hari saja sulit. kalo kamu menolak bukan cuma kamu yang ga bisa lanjut buat kuliah tapi Adek mu pun ga bisa melanjutkan sekolahnya ke bangku SMA. besok kamu harus bekerja bantu mamah cari uang buat makan kita sehari-hari" Marsha terdiam.. apa yang keputusannya sudah benar??? menolak apa keputusan yang terbaik?? namun karena penolakannya bukan hanya masa depannya yang terancam suram, namun juga adiknya trisha harus rela melepaskan keinginannya untuk tak melanjutkan sekolah ke bangku SMA.
RE-SILIENCE (END) de blackcurrantbery
50 partes Continúa
Ia kira hidupnya akan berjalan mulus saja tanpa ada gangguan yang membuat jalan hidupnya berkerikil, ternyata kehidupan di Sekolah Menengah Atasnya, di warnai kegaduhan yang membuat Ibunya sering marah tidak jelas kepadanya Ia Kaven, anak dari Ibu Adinda, yang mana wanita itu sebentar lagi akan menikah dengan pria yang katanya teman SMA nya, ya... kalau itu membuatnya senang apa boleh buat, lagian Ibunya sudah lama menjanda setelah di tinggal nikah sama Ayah Tapi, tapi nih ya Ibu mau nikah sama pria yang anaknya musuh bebuyutannya, anak SMA TUNAS BANGSA yang sering kali ngajak ribut ia dan teman teman SMA MERAH PUTIH, ngotak nggak?, nggak cok!. Masa iya, tiba tiba sodaraan sama anak yang buat jalan hidupnya bergelombang . Hidupnya ini normal saja, mau ada masalah atau tidak hidupnya ini ya begitu saja, Ayah punya restoran besar dan penghasilan cukup untuk membiayai dirinya yang tak banyak pengeluaran ini, tapi, ada satu hal yang seru dalam hidupnya, yaitu menganggu anak SMA MERAH PUTIH, walau sering di sebut SMA tetanggaan nyatanya tidak setenggaan itu, jarak SMA kami cukup berjauhan, hanya saja ada jalan tikus yang membuat SMA kami berdekatan. Ia Ryanza, anak bapak Rafa yang terlihat sudah uring uringan melihat teman temannya tebar keromantisan di depan Ayahnya yang sudah lama menduda karena di tinggal istri meninggal Ia mah iya iya aja pas Ayah tanya dia mau nikah lagi, terserah dia mah, asal jangan buat dirinya terlibat banget, tapi, ia baru tahu kalau wanita yang bakal di nikahin Ayah itu Ibu dari anak curut dari SMA MERAH PUTIH yang sering natangin dirinya baku hantam. Mood nya hancur gitu aja, maksud Ayahnya apa?, apa Ayahnya tidak bisa memilih wanita lain?, aagh~ buat hatinya membakar saja . Tapi bukan itu masalahnya, masa lalu menghantui masa sekarang tidaklah baik, obsesi yang tidak masuk akal membuat kehidupan pecah begitu saja " Lo yang buat gue kayak gini Ven, kalau gue nggak bisa dekat sama lo,lebih baik lo terus sendiri " " Maaf "
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Eliinaa cover
Aturan Anti Cinta  cover
Deportes✓ cover
kenapa harus kapten basket yang jadi suamiku cover
Antara Persahabatan atau Permusuhan [COMPLETED] cover
Jodohku cover
RE-SILIENCE (END) cover
Dear Samudra [END] cover
Cinta Ku Dalam Diam Di Pondok Pesantren✅ cover
LENA & SEGA cover

Eliinaa

5 partes Concluida

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.