Dibalik Rasa

Dibalik Rasa

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 26, 2026
Tidak semua rasa yang dapat di rasa oleh indra perasa manusi. Dan tidak ada hal yang tidak mungkin terjadi kalau allah sudah berkehendak. Ini hanya kisah seorang gadis yang menjalani hari harinya dengan kelebihan yang dia terima dari sang pencipta. Dan dengan lapang dada harus ia terima meski terkadang hati kecilnya sering memberontak dan tidak terima atas semua yang ia miliki. "Kadang kala sedih rasanya, mengapa diriku berbeda padahal aku ingin seperti anak remaja lainnya. Yang menikmati hidupnya tanpa gangguan dari kalian" Kailasha Gazala Al Fatih • Karya sendiri • Diharap menghargai karya orang lain. • Dilarang menjiplak cerita orang lain demi menghormati penulis cerita. Semoga allah selalu limpahkan kesehatan bagi kalian semua dan juga kerluarga.
All Rights Reserved
#139
kaila
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Grey Of SAKARUNA
  • Secangkir Nanah
  • SATU HARI (TAHAP REVISI)
  • Takdir Kalea [Revisi]
  • Still the Same Heart
  • Kekasih Halalmu [SUDAH TERBIT]
  • ghostly heartbeat [END]
  • Love Till Jannah [END]

Entah siapa yang bisa benar-benar menebak apa yang ada di pikirannya? Kadang, aku merasa kami sedekat nadi-tak terpisahkan oleh ruang atau waktu. Namun, di lain waktu, rasanya seperti tak pernah ada apa-apa di antara kami. Dia melenggang ke sana kemari, seolah aku tak lebih dari bayang-bayang yang tak terlihat. Tapi anehnya, di saat tertentu, dia menggeliat di sisiku, seperti tak akan bisa bertahan hidup tanpa kehadiranku. Hingga kini, aku masih tak tahu apa yang sebenarnya ada di dalam pikirannya. Keluh kesahnya, tawa kecilnya, dan tingkah manjanya yang dulu terasa akrab kini hilang begitu saja, bagai debu yang diterbangkan angin. Dua belas tahun kebersamaan kami, mengapa rasanya bisa terhapus hanya dalam tiga tahun? Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa segalanya memang memiliki waktunya masing-masing. Bahwa perubahan ini bukanlah sesuatu yang luar biasa. "Ini bukan masalah besar," gumamku berkali-kali. Namun, hati kecilku tak pernah benar-benar berhenti bertanya, mengapa? Hal yang paling membuatku kesal adalah kebiasaannya yang kini berubah menjadi teka-teki. Dia datang kepadaku, tapi hanya ketika dia butuh. Saat lapar menghampirinya, saat kesedihan melingkupinya, atau ketika kebosanan menjeratnya. Dia akan muncul tiba-tiba, menghancurkan keteraturanku, mengacak-acak ketenanganku, lalu pergi tanpa sepatah kata pun. Maksudnya apa? Aku benci dibuat bingung seperti ini. Aku benci bagaimana dia membuatku merasa diperlukan, hanya untuk kemudian membuatku merasa tak berarti. Namun di balik semua rasa kesalku, aku tak bisa mengingkari satu hal: aku tetap menunggunya. Dia adalah Saka, sebuah misteri yang tak pernah bisa kuselesaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines