Story cover for Cassandra by AomineTetsuya
Cassandra
  • WpView
    Reads 226
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 226
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Aug 31, 2020
Mata manusia selalu bisa mengatakan jauh lebih banyak dibandingkan lidah mereka. 

Mata tidak pernah berbohong.
Sedangakn dirinya begitu murni, apapun yang dirinya katakana selalu berbanding lurus dengan tatapannya. Mungkin  banyak hal dalam dirinya yang ia sembunyikan, namun nihil, aku tidak bisa menemukan dalam matanya.
Apa dia bukan manusia?

Ah sudah kuduga, ternyata kamu memang bukan berasal dari duniaku dilahirkan. 

Aku berbeda dengan dirimu, aku tidak bisa menyembunyikan segalanya dari kedua mataku sekalipun aku berbohong hingga piniokio tidak dapat lagi memanjangkan hidungnya, dan itu sangat aku benci. Tetapi yang jelas Cassandra, aku mulai mencintaimu.

Kamu lebih indah dari pada kupu-kupu yang sering aku jumpai di taman, senyummu jauh lebih tulus dari semua orang yang mencoba baik kepadaku, dan tatapanmu adalah pembius terhebat dalam hidupku.

Sejujurnya Cassandra, perlu kamu ketahui. Aku bukan mulai mencintaimu, namun aku mencintaimu sejak padangan pertama. Sejak mata kita bertatapan untuk pertamakalinya di malam hari yang begitu bisu.
All Rights Reserved
Sign up to add Cassandra to your library and receive updates
or
#520imagination
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
SalFlo cover
Chained - JaeSeulgi (M) cover
You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT) cover
CHEOSSARANG (Complete) cover
The Unseen cover
Running After You (gxg) (completed) cover
Fall in love with Ghost cover
My Perfect BoyFriend cover
MINE TO HOLD! [ON GOING!] cover
True Lovely : My BL Stories cover

SalFlo

18 parts Complete

Awalnya, aku hanya mengagumimu. Awalnya, aku tak berpikir ada rasa lebih padamu. Awalnya, aku mengira ini hanyalah perasaanku yang merasa sangat nyaman akan kehadiranmu di sekitarku. Tapi ternyata, ada sesuatu dalam diriku yang menginginkanmu lebih dari sebagai penghibur hari-hariku. Hatiku menginginkanmu untuk menjadi rumahku. Menjadikanmu sebagai tempatku bercerita, untuk menceritakan semua apa yang kurasakan setiap harinya, menceritakan semua mimpi-mimpiku yang ingin menjadikanmu sebagai subjek yang akan menemaniku menjalani hari-hari, yang tentunya akan sangat indah karena aku bersamamu. Dan aku menginginkanmu untuk menjadi subjek yang akan singgah selamanya, bukan untuk sementara. Tapi aku tersadar, aku tak lebih baik dari orang-orang di sekitarmu yang bisa membuatmu bahagia. Yang bisa membuatmu merasa lebih baik dikala kau sedang terjebak di dasar jurang yang begitu dalam. Dan kau pun belum tentu mau menerimaku yang hanya sebatas angin lalu di hidupmu. Dan mahkota es yang sampai saat ini kau kenakan itu mampu membuatku tersadar bahwa ada sebuah dinding es besar disana yang belum tentu bisa aku taklukan. Seseorang yang jatuh cinta dalam diam pada akhirnya menerima. Seseorang yang jatuh cinta dalam diam akan paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Bukannya tidak ingin berjuang, aku hanya takut kalau aku memang bukanlah orang yang kau inginkan.