Cassandra

Cassandra

  • WpView
    Reads 232
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 28, 2020
WpInfo
Fiction
Fantasy
Mata manusia selalu bisa mengatakan jauh lebih banyak dibandingkan lidah mereka. Mata tidak pernah berbohong. Sedangakn dirinya begitu murni, apapun yang dirinya katakana selalu berbanding lurus dengan tatapannya. Mungkin banyak hal dalam dirinya yang ia sembunyikan, namun nihil, aku tidak bisa menemukan dalam matanya. Apa dia bukan manusia? Ah sudah kuduga, ternyata kamu memang bukan berasal dari duniaku dilahirkan. Aku berbeda dengan dirimu, aku tidak bisa menyembunyikan segalanya dari kedua mataku sekalipun aku berbohong hingga piniokio tidak dapat lagi memanjangkan hidungnya, dan itu sangat aku benci. Tetapi yang jelas Cassandra, aku mulai mencintaimu. Kamu lebih indah dari pada kupu-kupu yang sering aku jumpai di taman, senyummu jauh lebih tulus dari semua orang yang mencoba baik kepadaku, dan tatapanmu adalah pembius terhebat dalam hidupku. Sejujurnya Cassandra, perlu kamu ketahui. Aku bukan mulai mencintaimu, namun aku mencintaimu sejak padangan pertama. Sejak mata kita bertatapan untuk pertamakalinya di malam hari yang begitu bisu.
All Rights Reserved
#645
lgbt
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Perfect BoyFriend
  • MINE TO HOLD! [RE-UPLOAD!]
  • Standing With You (gxg) (completed)
  • Paper Hearts
  • Fall in love with Ghost
  • Tentang Kita-DewNani (B×B) ✓
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • SalFlo
  •  The Secret Of Love(lingorm)
  • True Lovely : My BL Stories

Cinta itu suatu hal yang tabu, tak nampak, tak bisa di sentuh, tak tau juga seperti apa, tak dapat di jelaskan dengan kata-kata bukan? tapi dapat di rasakan oleh hati. Begitupun cintaku, aku tau cintaku tak dapat terlihat oleh mu, karena memang tak mungkin terlihat bukan? Seberapa besarnya, seberapa tingginya, seberapa luasnya, seberapa dalamnya dan seberapa banyaknya, kau tak perlu tau semua itu, kau hanya perlu tau satu hal, cintaku ya cuma kamu, hanya kamu. Saat itu, saat ini, sekarang, dan selamanya. Kalau kau ingin bukti dari semua itu, jujur saja aku tak bisa membuktikannya, tapi jika ada alat pengukur cinta, aku pastikan aku tidak akan membuatmu kecewa. _Terimakasih telah hadir dan menetap, di saat yang lain hadir kemudian lenyap_ Story by Diah Triyani ---- Mohon perhatiannya, cerita ini murni hasil karya saya sendiri. Jadi, diharapkan tidak ada yang mengcopy cerita ini. Sekian, terimakasih. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines