Hai, Apa Kabar?

Hai, Apa Kabar?

  • WpView
    LECTURES 59
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., sept. 1, 2020
"Hai, apa kabar?" Banyak pertanyaan menari-nari di kepala Ikal seperti; mengapa menangis? Apakah kamu tidak bahagia? Siapa lelaki berengsek yang melukaimu kali ini? Bagaimana kehidupanmu selama ini? Sudah makan? Kamu potong rambut di mana? Apakah kamu pernah merindukanku, bahkan sedetik? Barangkali pertanyaan apa kabar sudah mencakup semua tanda tanya yang bermunculan di kepala Ikal. Anehnya Ikal paham, Mira tidak baik-baik saja, Sebab Ikal tidak akan sesedih ini jika Mira bahagia. Mira menghapus air mata, "Aku baik." perempuan itu tersenyum lebar. Bohong. Mira mengulurkan tangan. "Hai, Apa kabar?" Ikal menatap uluran tangan Mira, "Baik, dong!" ia menggenggam uluran tanggannya, tersenyum jenaka. Bohong. kita tahu, bahwa kita tidak baik-baik saja.
Tous Droits Réservés
#445
brokenheart
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Impossible Wish
  • Broken Glass (FirstKhaotung) ✔️
  • Random Story
  • Love My Twins | END
  • Unsteady (FirstKhaotung) ✔️
  • 27 FEBRUARI
  • FATE
  • Lantas (END)

"Shit, mata gue salah. Jelas itu bukan dia! ia janji ga bakal bohong lagi! Enggak! Ini pasti cuma mirip" ucap seorang gadis bermata biru berambut panjang dengan air mata yang tak terbendung lagi. Sambil terus menyakinkan dirinya bahwa apa yang dilihatnya hanya halusinasi belaka. "You know? Terkadang bukan karena kebohongan kita membenci sesesorang, tapi karena sedih menerima kenyataan bahwa ia tak bisa lagi kita percaya" ucap seorang laki laki dengan nada dingin nya yang khas. Entah dari mana dia datang aku tidak tahu. Badanku kaku, lidah ku kelu dan kepalaku rasanya berat untuk menoleh. Dia langsung menarikku ke dalam pelukannya. Aku merasa menjadi orang yang sangat tidak berdaya sekarang. Bagaimana bisa orang itu dengan mudahnya memporak porandakan hidupku dalam satu kedipan mata? "Kemarin dia buat gue ngerasa begitu istimewa. Tapi sekarang, dia bikin gue ngerasa sama sekali gak diinginkan?" Ujar gadis bermata biru itu dengan berlinang air mata. "Gak selalu yang menurut lo itu baik adalah baik. Dan gak semua yang meurut lo itu buruk akan selalu buruk" Mendengar hal itu, gadis bermata biru itu hanya dapat menumpahkan kesedihannya dan air matanya di dada bidang pria itu.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu