"Lo terlalu sempurna, Pacar."
"Gak ada manusia yang sempurna."
"Pacar, tiba-tiba gue takut kehilangan lo."
"Kenapa?"
"Lo terlalu 'wah' buat gue yang terlanjur 'yah'."
"Apaan, sih? Diajari siapa gombal gitu? Jelek tau."
"Pacar, jujur sama gue. Pasti di kampus banyak yang naksir sama lo, ya?"
"Gak, kok."
"Bohong, ya? Di perumahan gue, dari lima belas cewek remaja ada tiga belas yang langsung naksir sama lo."
"Yang waras ada dua?"
"Dua-duanya lesbi."
"Lei, mulutnya."
"Banyak ibu-ibu kompleks yang terang-terangan bilang kalo lo ganteng banget."
"Cuma gitu doang, Lei."
"Ada bapak-bapak juga tapi yang bilang gitu."
[Sambungan Telepon Terputus]
Salah satu bentuk pembodohan diri adalah disaat aku tau kamu sedang menjaga hati untuk orang lain, sedangkan aku masih saja setia mencintaimu dari jarak dekat.
***
"Kakak tau hal apa yang paling menyakitkan saat kita sedang merasa bahagia?" tanya Shella sembari menghapus air matanya yang mulai menetes kembali, sedangkan Arion hanya menggeleng tak tau.
"Saat kita dibuat terbang setinggi-tingginya. Hanya untuk dijatuhkan kembali," lanjut Shella yang membuat Arion menatapnya bingung tak mengerti.
Saat Arion ingin menggenggam tangan Shella untuk kesekian kalinya, lagi-lagi Shella menjauhkan tangannya lalu kembali menatap Arion dengan senyum yang bercerita tentang luka nya hari ini.
°°^^°°
"Hal sia-sia yang selalu ku usahakan adalah berusaha melupakan dirimu, disaat hatiku belum siap membuka hati untuk orang baru"
~Shella Novelia Az-Zachary
"Terlalu menjaga, sehingga memilih menghindar walau rasa tetap ingin memiliki"
~Arion Lavi Pradipa
Ini cerita pertama aku, semoga kalian suka ya. Jangan jadi readers ghost dong😭 pokoknya kudu vote dan komen. Aku maksa loh ya, MAKSA. Hahaha🤭
DI FOLLOW DULU YA,SEBELUM DIBACA KARNA AKAN ADA PART YANG DI PRIVAT. MAKASIH😙❤