Menepi
  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Tue, Sep 1, 2020
Berawal dari kecerobohanku yang menerima rasa perhatianmu dengan rasa nyaman. Menganggap itu adalah sebuah rasa ketertarikan, nyatanya itu adalah luka yang sedang tertanam. Ada raga yang ingin kumiliki, ada tangan yang ingin kugenggam, dan ada hati yang ingin ku bahagiakan. Namun sayangnya, dihatimu sudah ada yang bertamu lebih dulu. Sedari awal asmara hanya sebuah lelucon untuk menemani sunyi malammu. Aku terlanjur menyelam rasa, menerimamu dengan berbagai asa. Berharap aku yang menjadi pujaan. Ternyata, aku hanyalah tempat mu tuk singgah sejenak disaat dia tidak ada. Aku bukan lah tempatmu menetap. Alden, Terima kasih sudah menghadiahi luka yang tak disengaja, dan melepasmu adalah jalan satu satunya menghapus gerimis setiap kali langit menangis. Tertanda, Risel.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Sang Prajurit (END)
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Garis Singgung
  • You Are My Obsession Baby {End}
  • Noisy, Fiony. [END]
  • You're Mine (On Going)
  • Bulan Dan Bintang
  • Masih Sama
  • Sedikit Waktu -SELESAI-
  • JUNGKIR BALIK DUNIA ANDARA

Ini hanya sebuah fiksi dan jangan sangkut pautkan kepada real life. Selamat membaca. Jangan lupa untuk votenya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines