Adam Untuk Hawa

Adam Untuk Hawa

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 31, 2022
"Tuhan, bila ternyata diam-diam hati kami saling mendoakan. Jangan kau wujudkan usaha kami tuk saling melupakan dan meninggalkan. Kecuali kalau kami memang bukan jodoh." #muhammad adam arshaka "Adakah yang lebih hormat diam diam mencintai mu diam diam mendoakan mu diam diam pula membinasakan rasamu. Semua serba diam diam, Kau tau aku tak ingin diriku yang sekarang, seperti makhluk yang berjalan tanpa tujuan." # Hawa Atthaya Kalian pernah denger ga? kisah Antara bulan dan matahari yang saling Mencintai, tapi mereka tidak pernah saling berjumpa, Ketika matahari datang, bulan sudah hilang Ketika bulan kembali, matahari pergi Kemudian Allah menciptakan gerhana untuk Diperlihatkan ke semua orang bahwa tidak ada Yang mustahil untuk cinta, hanya saja saling Menjaga jarak itu lebih baik sambil menunggu Waktunya tiba untuk Dipersatukan. So you can also imitate the story of the moon and the sun in love. Mohon maaf jika banyak kesalahan Dalam Alur cerita ini, karena saya hanya penulis amatir, yang masih butuh banyak belajar, Salam kenal semuanya, Semoga betah yaa dalam cerita perdana saya, Salam dari Author amatir😁
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 2021 | Hujan di Halaman Asrama [END]
  • Anugrah Azizah
  • Perihal Mengikhlaskanmu [TAMAT]
  • 𝙼𝚈 𝚃𝙴𝙰𝙲𝙷𝙴𝚁 𝙸𝚂 𝙼𝙸𝙽𝙴 [𝙼𝙴𝚆𝙶𝚄𝙻𝙵] 𝙴𝙽𝙳
  • GUS ALAN MILIK BULAN
  • Mafia & Dokter 🔞⚠️  || GULFMEW {END}
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • ANTARA

FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ⚠️ "Hujan di Halaman Asrama" Pesantren ini adalah rumah kedua bagi kami-tempat belajar, tempat beribadah, dan tempat menyimpan rahasia yang tak bisa diceritakan. Di balik serambi asrama, ada tawa yang menghangatkan, ada doa yang dipanjatkan, dan ada perasaan yang tumbuh diam-diam. Aku, dia, dan dia. Kami bertiga terikat dalam persahabatan, tetapi juga terjebak dalam perasaan yang tak seharusnya ada. Di antara suara hujan yang jatuh di halaman asrama, ada janji yang diucapkan, ada harapan yang diam-diam disisipkan dalam doa, dan ada hati yang perlahan mulai terluka. Cinta di pesantren tidak seperti cinta di luar sana. Ia harus disembunyikan dalam diam, dirapalkan dalam doa, dan sering kali berakhir tanpa kepastian. Hujan di halaman asrama menjadi saksi bisu perjalanan kami-tentang persahabatan, tentang cinta yang tak abadi, dan tentang kenangan yang mungkin hanya akan menjadi bagian dari masa lalu. Start : 21 Maret 2025 Finished : 30 APRIL 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines