BINTANGKU

BINTANGKU

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 26, 2021
Aku istri yang tidak pernah mau mendengar nasehat Suamiku dan selalu membangkang kepadanya hingga Suamiku mengirimku ke rumah orang tuaku di Makassar. Aku tak tahu jika kepergianku membuat anakku Sinta dan Kirana merasa kehilangan sosok Ibu yang sangat mereka banggakan dan sayangi. Kesedihan yang mendalam pun aku rasakan dan hanya bintang dan bulan yang kuamati. Sudah banyak peristiwa-peristiwa yang kualami selama hidupku ini dan peristiwa itu akan aku petualangi dengan sekuat tenaga. Sinta sosok anak yang penyayang, selalu memberiku dukungan ketika Ayahnya memarahiku. Namun, kini aku sendiri tanpa kehadirannya. Dua tahun aku tak bertemu dengannya dan aku masuk dalam sel penjara selama dua bulan saat aku berada di Makassar bersama teman-temanku. Hingga Ayah dan Ibuku membayar jaminan kebebasanku tapi dengan berat hati aku harus meninggalkan teman-temanku. Namun, kebebasanku telah membuat Ayah memutuskan untuk memulangkanku ke Wawondula. Lagi-lagi aku membuat kesalahan dengan kabur dari rumah sebab aku tak ingin pulang ke Wawondula. Untuk apa aku pulang jika kepulanganku nanti tidak disambut oleh Suamiku dan palingan aku akan dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Namun tiada hentinya masalah itu datang padaku. Hingga aku ditemukan oleh Ustadzah yang sedang mencuri sandal di depan masjid membuatku harus berada di dalam sebuah pondok pesantren. Keadaan berubah setelah aku memasuki pondok pesantren itu. Bagaimana dengan perubahan itu? Silahkan dibaca!
All Rights Reserved
#6
bintangku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TEOLOGI CINTA
  • about Raya (Sudah Terbit)
  • PESANTREN SAKINAH
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • nyantri bareng suami
  • Shaffira ✔ (KBM & KARYAKARSA)
  • Girl's
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • HADIAH DARI LANGIT [END]

Memilih jodoh tak seperti melempar dadu. Aku sudah super hati-hati, ketika akan memutuskan Ghani menjadi suamiku. Tetapi Tuhan punya rencana lain. Ketika Ghani dalam keadaan tak berdaya, koma dan amnesia. Aku jadi berpikir ulang. Semakin tak tega untuk mencampakkan begitu saja. Aku tak tahu, apa ini cinta atau bukan. Yang jelas rasa itu hadir mengikat hatiku. Ghani bagiku saat ini tak lagi seperti pakaian. Jika tak cocok, aku mengganti yang lain.Bahkan, hari demi hari aku tak ingin jauh darinya. Aku tak ingin sewaktu-waktu jika ia dipanggil-Nya, aku luput dari sisinya. Terkadang aku tak mengerti banyak hal tentang diriku sendiri saat ini. Sejak Ghani bernasib naas, aku merasa berdosa besar dan sulit untuk memaafkan diriku atas niat burukku dulu pernah menuntutnya bercerai. Kini, justru sebaliknya, aku seperti telah jatuh cinta untuk kedua kalinya, tanpa syarat, sampai tertawan, hingga berserah tanpa bisa melawan. Aku mengizinkan hatiku mengalir bersama keterbatasannya, tanpa alasan jelas, bahkan cenderung absurd. Ada rasa kasihan dan iba yang luar biasa. Seperti gaya percintaan kakek nenek yang telah menua dan renta. Terkadang kuberpikir apakah hubungan suami istri seperti ini yang ideal? Tak mudah lekang oleh pancaroba. Dibanding yang didasari hitungan untung-rugi dengan mengatasnamakan cinta? Yang tak kumengerti sampai saat ini, mengapa aku semakin takut kehilangan Ghani? Sampai aku tak mampu lagi mengindetifikasi perasaanku ke Ghani, apakah aku mencintai atau mengasihani?

More details
WpActionLinkContent Guidelines