Tanah Kepada hujan [ON GOING]

Tanah Kepada hujan [ON GOING]

  • WpView
    Reads 506
  • WpVote
    Votes 153
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 19, 2020
VOTE PLUS KOMEN JANGAN MAU JADI PEMBACA DARK follow WP me Aku selalu mengumpamakan kamu seperti hujan dan aku sebagai tanah. Aku adalah tanah, tanah yang tidak pernah mebenci hujan meskipun hujan telah mengikisnya sampai tiada. Tanah justru terus menanti hujan dengan penuh dahaga, dengan penuh keyakinan bahwa hujan akan menyelamatkannya dari kegersangan. Ketika hujan turun dengan tanda-tandanya, tanah mulai tersenyum, yang dinanti-nanti akhirnya datang jua. Hujan akhirnya membasahi tanah dengan ribuan rintiknya. Tanah terus menyambutnya tanpa sadar hujan telah mengikisnya. Tanah tidak mengelak, dia tetap diam dan membiarkan hujan menggenanginya meski tanpa sadar dirinya telah hilang sedikit demi sedikit. Lalu tanpa pamit dan memberi tanda, hujan lalu pergi. Sedang sang tanah, Kembali menanti... -Dian
All Rights Reserved
#146
friendshit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Wounds in Marriage
  • Setelah Hujan ( End ✔)
  • Rumah Untuk Lingga (Completed)
  • PETRICHOR [Lengkap]
  • HUJAN DI BULAN JUNI
  • Rainangkasa #2 [END]
  • Gone(✔)🔚
  • CATUR [END]
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Ilusi

[18+] Kehancuran rumah tangga adalah luka yang tak pernah kutulis dalam daftar kemungkinan hidup. Ia seperti badai yang datang diam-diam, tanpa tanda-tanda, lalu meluluhlantakkan segalanya hingga tak bersisa. Aku tak pernah membayangkan bahwa perjalananku bersama Mas Naufal-yang telah kujalani hampir lima tahun lamanya-akan karam begitu saja. Dikhianati oleh lelaki yang dahulu kucintai setulus hati, membuatku jatuh ke jurang yang tak bernama. Dialah lelaki yang dulu berlutut di hadapanku, menggenggam tanganku, dan bersumpah atas nama Tuhan untuk menjagaku. Lelaki yang pernah mengucap, bahwa cinta ini akan kekal hingga maut memisahkan. Namun kini, janji-janji itu hanya serpihan debu yang terbang dan hilang bersama angin. Ia telah menodai kesetiaan, mengoyak kepercayaan, dan menjadikanku perempuan yang patah dalam sunyi. Sakitnya bukan hanya karena ia memilih wanita lain. Tapi karena ia menghancurkan rumah yang kami bangun bersama. Ia membakar kenangan, dan menertawakan sisa-sisa hatiku yang mencoba bertahan. Betapa ironis, lelaki yang dulu begitu kucintai... kini menjadi sosok yang bahkan tak sanggup kupandang tanpa getir. Ya, inilah kisahku. Kisah rumah tangga yang tidak berakhir indah. Sebuah pengingat pahit, bahwa cinta yang diperjuangkan sendirian hanyalah jalan sunyi menuju kehancuran. Jika kalian sedang mencintai, jangan pernah melangkah terlalu jauh sendiri. Sebab cinta seharusnya berjalan beriringan. Dan bila hanya satu yang berjuang, maka ia akan jatuh, sebagaimana aku telah jatuh. *** #1 Temandekat - November 2022 # 1 Jahat - Desember 2022 # 2 Luka - Januari 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines