Tanah Kepada hujan [ON GOING]

Tanah Kepada hujan [ON GOING]

  • WpView
    LETTURE 506
  • WpVote
    Voti 153
  • WpPart
    Parti 12
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, dic 19, 2020
VOTE PLUS KOMEN JANGAN MAU JADI PEMBACA DARK follow WP me Aku selalu mengumpamakan kamu seperti hujan dan aku sebagai tanah. Aku adalah tanah, tanah yang tidak pernah mebenci hujan meskipun hujan telah mengikisnya sampai tiada. Tanah justru terus menanti hujan dengan penuh dahaga, dengan penuh keyakinan bahwa hujan akan menyelamatkannya dari kegersangan. Ketika hujan turun dengan tanda-tandanya, tanah mulai tersenyum, yang dinanti-nanti akhirnya datang jua. Hujan akhirnya membasahi tanah dengan ribuan rintiknya. Tanah terus menyambutnya tanpa sadar hujan telah mengikisnya. Tanah tidak mengelak, dia tetap diam dan membiarkan hujan menggenanginya meski tanpa sadar dirinya telah hilang sedikit demi sedikit. Lalu tanpa pamit dan memberi tanda, hujan lalu pergi. Sedang sang tanah, Kembali menanti... -Dian
Tutti i diritti riservati
#146
friendshit
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Semua Tentang Kita (STK) ✔️
  • Laksana Hujan [completed]
  • please stop it!! [Ending]
  • I Hate Rain
  • Setelah Hujan ( End ✔)
  • Rainangkasa #2 [END]
  • Hujan Untuk Bumi
  • Rintik Hujan
  • Rumah Untuk Lingga (Completed)
  • Laksana Awan [completed]

(DILARANG MELAKUKAN COPY DALAM BENTUK APAPUN TANPA IZIN) SELESAI -78 CHAPTER. Kalian tahu apa yang paling menyakitkan dari sebuah perpisahan? Mengenang. Yah, proses mengenang adalah hal terburuk yang pernah ada. Karena mengenang selalu menyeret kita untuk berjalan mundur. Perpisahan hanya 'kan meninggalkan kenangan yang membuat kita sulit lupa karenanya. Mengisahkan seberapa berisiknya mereka hanya dengan bertatap muka, seberapa kerasnya tawa, seberapa hebatnya tangis di antara mereka menghadapi betapa kejamnya takdir mempermainkan hidup. Seperti itulah kenangan. Bahkan, waktu pun takkan mampu untuk menghapus jejak yang telah kita gores bersama. Kenangan yang selalu membuat aku rindu. Kenangan yang selalu membuat aku mengatakan aku mengingatmu. Yah, kenangan itu adalah kalian. "Kalian itu alasan gua memahami definisi sayang tanpa rupa, keluarga tanpa darah." -Indri Raysilia Januar. Kritik dan Saran dipersilahkan. Karya : Indah_zrd Cover by : @indrindi13 /InArt

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti