MBUL!!
  • WpView
    Reads 126
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 2, 2021
"Lah? Siapa yang becanda, gue serius Mbul. Gue kira di rumah lo gak ada cermin. Makanya lo lupa ngaca, badan lo yang gemuk udah kaya banteng milik om Langit itu kagak enak kalau gue peluk, terus yaa muka lo itu jerwatan takutnya pas kita jalan-jalan disangka gue bawa parutan hidup," jawab Merkurius kelewat santai. Santai tapi ngejleb ke uluh hati. Merkurius tersenyum puas saat melihat raut wajah Senja yang hampir menangis, "lo kalau mau sama gue, syaratnya gak banyak. Cukup buang lemak-lemak di tubuh Lo dan mulai perawatan biar gak kentang lagi. Kalau udah baru datang lagi ke gue ya, Mbul sayang." apa salahnya jika Senja mencintai Merkurius? Apa Orang berwajah dibawah standar sepertinya tidak berhak mencintai siapapun? Salahkan saja hatinya, mengapa harus Merkurius. Namanya juga perasaan, manusia mungkin bisa memilih sesuai mata tapi hati tidak pernah bohong jika tentang rasa. Memang yaa, dunia jaman sekarang terlalu kejam untuk kaum kentang seperti Senja dan yang good looking selalu saja di prioritaskan. Senja yang malang. "Apa kentang bisa Glow up?"-Senja Abraham Hargai cerita penulis jangan asal jiblak:)🔥
All Rights Reserved
#10
cewekgendut
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AL AL GANG [Complicated]
  • KANARA [COMPLETED]
  • Happy [ Sudah Terbit ]
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • Senja dan Jingga
  • Arsyilazka
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • Langit Senja [end]
  • RHEA [Completed]
  • Amor Almira

Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.

More details
WpActionLinkContent Guidelines