Villain : I'am the Main Character {END}

Villain : I'am the Main Character {END}

  • WpView
    Reads 1,825,552
  • WpVote
    Votes 226,101
  • WpPart
    Parts 57
WpMetadataReadComplete Thu, May 26, 2022
WARNING!! INI NOVEL ASLI KARYA SAYA BUKAN TERJEMAHAN, OKEY?! Hari itu adalah sepulang dari perayaan kelulusan smp ku. Aku bersenang-senang bersama keluarga juga teman-teman, sehingga rasanya tidak ingin berakhir begitu saja. Tapi... Takdir berkata lain, mobil keluargaku bertabrakan dengan truk yang oleng. Seolah dipermainkan takdir, aku berenkarnasi ke dalam tubuh seorang putri di sebuah game yang telah selesai ku mainkan sebelum ujian. welcome to, "Magic Drama" sayang sekali, aku bukan berada di tubuh tokoh utama melainkan ditokoh ketiga, sang antagonis, si perusuh. Aku bangun tepat saat hari debut ku sebagai seorang putri duke. ==== Cerita ini terinspirasi dari beberapa anime yang saya tonton terutama kuroshitsuji dan date a live.
All Rights Reserved
#29
change
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE SECOND ENDING [END]
  • Edgar Vaske
  • Dethroned : The True Villainess Reborn
  • BECOME EXTRA CHARACTER || [ON GOING]
  • Be The Devil Prince [END]
  • Reborn As a Lazy Villainess (Seri 2)
  • Get in the Dark  | DROPPED
  • Villain Also Has A Reason [END]

[FIRST STORY] Setelah semua ketidakbergunaanku di kehidupan sebelumnya, aku terlempar ke dunia asing akibat menolong anak tetangga yang berniat bunuh diri. Dan dunia itu adalah dunia dari novel yang kebetulan kubaca sambil berlinang air mata selama seminggu penuh. Ini menyebalkan. Novel romansa itu dipenuhi perang dan darah, belum lagi karakter favoritku harus terbunuh karena perannya sebagai ratu diambil alih oleh gadis yang datang dari dunia lain. Putra mahkota yang akan jadi kaisar di masa depan juga bertindak sebagai tokoh utama yang menyebalkan. Dunia dengan stratifikasi sosial yang kejam. Meski hidup kembali sebagai tokoh anonim, setidaknya sesekali aku harus bisa mengumpat untuk putra mahkota sebelum kepalaku dipenggal. Harusnya sederhana tapi benang takdir yang rumit menghubungkanku dengan banyak peristiwa. Ah, aku merindukan waktu untuk malas-malasan sekarang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines