TENTANG AYAH DAN POE

TENTANG AYAH DAN POE

  • WpView
    Reads 2,153
  • WpVote
    Votes 133
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 1, 2022
Poe bilang, punya ayah sudah lebih dari cukup. Arlan bersyukur putranya berpikir demikian. Namun, sering batin Arlan bertanya-tanya. Tidakkah terbesit meski hanya sepersen di hati sang ibu merasa rindu pada bocah malang itu? Tidakkah ingin membelai pipi gembul si kecil ketika masih belum tahu apa-apa? Mungkinkah suatu saat wanita yang selalu menempati posisi tertinggi di hatinya akan kembali? Kapan dan di mana? Arlan tak tahu. Pria dua puluh lima tahun yang rela putus kuliah demi membesarkan putra semata wayangnya itu hanya bisa berharap wanitanya kembali. Meski tidak datang menghampirinya, setidaknya menemui putra kecilnya yang telah tumbuh tanpa belaian seorang ibu. "Poe sudah cukup punya ayah. Poe enggak pengin punya ibu lagi."
All Rights Reserved
#28
ramah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angel To Raya (END)
  • Yang Pernah Patah
  • ALLAND
  • Best Friend
  • MENDEKAP RINDU
  • AIRen
  • Langit Kelabu Milik Ara
  • Lima Tahun Tanpa Kata
  • DIA ADALAH NAJA
  • Being a Good Papa [ End ]

Cerita ini menceritakan tentang wanita yang di nikahi bukan karena CINTA melainkan harapan. Ya, harapan akan sesosok malaikat kecil yang di impikan untuk melengkapi sebuah bahtera rumah tangga. Raya, nama yang menjadi kandidat Indra untuk calon ibu dari bayinya kelak. Bayi yang akan melengkapi kisah kasih pernikahannya dengan Maya wanita pemilik cintanya. Sementara itu Raya selalu menganggap Indra seperti Angelnya. Orang yang memberinya harapan baru dengan janji. Janji yang tak pernah ia tepati. Lalu apakah Raya akan menerima Indra? Apa selamanya ia hanya akan di jadikan yang kedua? Atau mencari Angel yang lain?? "Mengapa kau melamarku?" tanyaku menatap pada lelaki di depan. Lelaki yang sebulan lalu berhasil mengisi hatiku. Bahkan, sampai sekarang pun masih. "Aku telah mengatakannya, istriku yang memintamu. Ia ingin memiliki seorang anak dan ia tahu ia tak bisa memilikinya sendiri." "Maksudmu aku hanya kalian anggap sebagai sapi perah, begitu?" tanyaku sinis. "Tidak, tidak Raya. Tentu saja tidak." "Apa kau mencintaiku?" tanyaku mengalihkan topik. Sekilas aku melihat Indra menegang sebelum dengan cepat ia kembali menguasai diri. "Maaf, aku tidak mencintaimu, mungkin belum. Tetapi aku berjanji akan mencintaimu. Bagaimana apa kau mau menjadi istriku?" * * * Huhuhu. Penasaran Raya terima Indra atau gak? Cus, langsung di kepoin aja. Udah END loh!:()

More details
WpActionLinkContent Guidelines