Story cover for Yumi by yumi_marvela
Yumi
  • WpView
    Leituras 16
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 2
  • WpView
    Leituras 16
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 2
Em andamento, Primeira publicação em set 02, 2020
Katanya cinta pertama itu yang paling sulit di lupakan, dia Cakra Ardinata bukanlah cinta pertamaku,bukan juga pacar pertamaku,tapi kehadiranya seolah tidak pernah pergi dari hatiku.

"Kalau gitu,kita putus aja yh"mataku sudah berkaca-berkaca,air mata ini seakan mendesak ingin keluar.

Meski aku dan Cakra hanya berbicara lewat handphone,tapi aku tetap menahan air mataku agar tidak terjatuh,hey ayolah sejak kapan kamu menangis hanya karena lelaki.perkataan yang tiba-tiba muncul di fikiranku seolah olah mengejeku.
 
"kamu bilang apa?" tanyanya memastikan

" kita putus aja yh"

***
Saya tidak tau apakah cerita ini menarik atau tidak,tapi saya harap kalian mau mencoba membacanya karena di cerita ini kalian akan dapat sebuah pelajaran.
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Yumi à sua biblioteca e receber atualizações
ou
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Jejak wasiat kakakku, de grace348469
22 capítulos Concluída Maduro
Namaku Alya. Dan aku tidak pernah menyangka bahwa langkah kakiku suatu hari akan menggantikan jejak perempuan paling kuat yang pernah aku kenal: kakakku, Alisa. Sudah hampir setahun aku tinggal di rumah besar bercat abu muda itu, rumah yang dulunya hanya aku singgahi saat libur semester atau ketika merindukan masakan kakakku. Tapi sejak Alisa divonis kanker paru-paru stadium lanjut, rumah itu menjadi dunia baruku. Aku memilih cuti kuliah, meninggalkan kosan kecilku di Jogja, dan kembali ke kota ini-demi merawatnya. Aku masih ingat hari ketika pertama kali datang kembali ke rumah itu. Anak-anak Alisa, Rani dan Dafa, langsung berlari memelukku. Rani sudah kelas dua SD, dan Dafa masih TK. Mereka belum tahu betapa besar badai yang sedang menunggu kami semua. Dan di tengah rumah itu, ada sosok pria yang paling jarang bicara: Rayhan. Suami Alisa. Kakak iparku. Ia selalu tenang. Terlalu tenang, bahkan saat Alisa harus masuk rumah sakit untuk ketiga kalinya bulan itu. Ekspresinya nyaris tidak berubah-datar, kaku, dan kadang membuatku bertanya-tanya apakah ia benar-benar mencintai kakakku atau hanya hidup berdampingan karena kebiasaan. "Mas Rayhan, teh hangatnya," kataku malam itu, sambil meletakkan cangkir di meja. Ia hanya menoleh sekilas. "Makasih." Lalu kembali tenggelam di balik layar laptopnya. Begitulah Rayhan. Ia tidak pernah kasar, tidak pernah marah, tidak pernah meninggikan suara. Tapi juga tidak pernah benar-benar hadir. Ia adalah tipe laki-laki yang, entah kenapa, membuat dada terasa sesak hanya karena terlalu hening. Sementara itu, kondisi Alisa kian memburuk. Berat badannya turun drastis, rambutnya mulai rontok karena kemoterapi, dan batuknya sering berdarah. Tapi ia tetap tersenyum. Tetap berusaha mencatat tugas-tugas sekolah Rani, tetap memeluk Dafa sebelum tidur. Suatu malam, saat aku menemaninya di kamar, Alisa mem
ALISYA &Alvaro, de SastriaM
23 capítulos Concluída
Alisya reina Wijaya Gadis yang memiliki paras wajah yang cantik,imut lucu, dengan bola mata yang bulat, bibir kecil dan pipi yang chubby,dan jangan lupa bahwa dia seorang gadis yang polos,gadis selalu terlihat bahagia dan ceria,manja dan di sayang oleh seluruh keluarga nya,namun di balik keceriaannya itu dia harus menahan sakit yang ada pada dirinya, sakit yang kapan saja mampu membuat kebahagiaan nya hilang dan di gantikan dengan kesedihan dalam sekejap saja. Alvaro Ryan Sanjaya Laki laki dengan paras wajah yang tampan dan memiliki tatapan yang tajam,laki laki yang hanya menunjukkan wajah datar dan dingin nya kepada orang orang sekitarnya,namun berbeda jika sudah dengan keluarganya dan orang yang penting di hidupnya dan orang terdekat nya maka dia akan menjadi orang yang hangat dan manja,dan sampai dia bertemu dengan gadis yang mampu mencuri hatinya,dan sifat hangat dan manjanya itupun di perlihatkan kepada sang gadis,malahan dia akan menjadi romantis dan bucin jika dengan gadis nya.ya dia adalah Alisya reina Wijaya siswi di tahun ajaran baru yang masuk di SMA Cakra wala,namun entah sampai kapan dia bisa merasakan keromantisan itu, dan kemanjaan nya terhadap gadisnya, mengingat penyakit sang gadis yang kapan saja bisa datang. Dan bagaimana kelanjutan kisah nya, akankah alisya bisa sembuh dari sakit nya dan meneruskan hidupnya,dan bagaimana dengan kehidupan Alvaro jika alisya nya pergi dari hidupnya?? Oke langsung aja kita baca cerita nya, semoga sukak dengan cerita nya.dan ini adalah cerita pertama saya dan asli murni dari pemikiran saya sendiri.
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Home (Completed) (Repost) cover
welcome to the month march cover
Sahabat Terbaik  cover
Terima kasih Ravindra cover
ARIANA cover
the protektif wedding cover
Jejak wasiat kakakku cover
ALISYA &Alvaro cover
SYAKIRA how are you? cover
Dipta & Keyna cover

Home (Completed) (Repost)

61 capítulos Concluída Maduro

"Siapa barusan? Kok enggak disuruh masuk dulu?" ayah kini mengalihkan fokusnya padaku. "Teman Yah. Tadinya mau turun tapi aku bilang gak usah, gak enak udah malem," kataku lalu berjalan meninggalkan ayah. "Harusnya suruh masuk dulu, biar ayah tahu kamu berteman sama siapa?" katanya lagi. Aku memutar mataku jengah. Lalu berbalik menghadap ayah. Lalu berjalan mendekatinya. Menggelayutkan tanganku di tangan kekar laki-laki paruh baya yang selalu merasa khawatir padaku, seakan-akan aku ini masih gadis kecilnya. Satu hal yang ayah lupa aku kini sudah berusia 26 tahun dan aku sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. "Ayah, dia itu bukan siapa-siapa! Ayah gak usah khawatir kakak udah 24 dan bisa jaga diri," kataku sambil menggiring ayah masuk ke dalam rumah. Kudengar ayah menghela nafasnya, "Kamu itu permata ayah satu-satunya, harus benar-benar ayah jaga, karena ayah tidak akan memaafkan diri ayah sendiri jika sesuatu terjadi sama kamu," katanya. Aku mengelus lengan ayah, "Ayah gak usah khawatir! Kakak gak akan buat ayah kecewa," kataku lalu masuk ke dalam rumah. Ayah kemudian melepaskan lenganku yang menggamit menutup pintu depan dan memastikannya agar terkunci rapat.