Vanilla Frappuccino

Vanilla Frappuccino

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 4, 2020
*cerita ini masih prolog aja, gaada kelanjutannya 😁 "vanilla frappuccino nya satu mas" "kenapa gak langsung mesen 2 aja?" --suara pelayan coffee shop itu membuat Rissa mendongak dari ponselnya. Pasalnya, ia dan seorang pria disebelahnya secara tak sengaja memesan minuman yang sama. "ohh sorry, saya tidak tau kalo masih ada orang di depan saya. saya dan mas ini beda kok mesennya, gak bareng" --jelas Rissa yang tak ingin membuat pelayan tersebut salah sangka. "kirain emang pesen bareng" ucap pelayan tersebut yang hanya dibalas senyuman oleh Rissa. Sedangkan pria di sebelahnya hanya diam melihat Rissa, lalu menyibukkan diri dengan ponselnya sambil tersenyum sendiri. ----------- Hallo, ini cerita pertama aku😊 aku nulis cerita ini karena aku gabut aja. Jadi maaf kalo ceritanya jelek😆
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Be Yours
  • IGNITES (END)
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Rosela (On Going)
  • love you, love him more
  • STARTING TO GET OBSESSED
  • My Barista Boy(Friend)
  • Under His Control [ END]
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines