Penjara Cinta

Penjara Cinta

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 4, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Penjara cinta. Perihal rasa yang bersekat. Dekat namun berjarak. Belum terdeteksi kata satu. Semua masih semu. Rasa ini, seperti penjara bagi hatiku. Kalian tahu? Sesuatu yang terpendam, suatu saat bisa ditemukan. Tetapi perihal rasa yang terpendam, apakah bisa ditemukan? Ataukah rasa yang menemui pemilik rasa itu sendiri? - Fiza Niara Azkiharta -
All Rights Reserved
#187
ceria
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegi Rasa : Pergi
  • MY BABY BOYFIE [END]
  • Rintik Hujan
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Aku Menyerah (COMPLETED)
  • [END] Blind Rainbow
  • F A K E ? [End]
  • FRIENDZONE
  • Menyimpan Rasa (END)

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines