PER SEKIAN DETIK

PER SEKIAN DETIK

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 4, 2020
Salah satu syair yang di tuliskan Majnun untuk Layla. Berlalu Masa Berlalu masa, saat orang-orang meminta pertolongan padaku Dan sekarang, adakah seorang penolong yang akan mengabarkan rahasia jiwaku pada Layla? Wahai Layla, Cinta telah membuatku lemah tak berdaya Seperti anak hilang, jauh dari keluarga dan tidak memiliki harta Cinta laksana air yang menetes menimpa bebatuan Waktu terus berlalu dan bebatuan itu akan hancur, berserak bagai pecahan kaca Begitulah cinta yang engkau bawa padaku Dan kini hatiku telah hancur binasa Hingga orang-orang memanggilku si dungu yang suka merintih dan menangis Mereka mengatakan aku telah tersesat Duhai, mana mungkin cinta akan menyesatkan Jiwa mereka sebenarnya kering, laksana dedaunan diterpa panas mentari Bagiku cinta adalah keindahan yang membuatku tak bisa memejamkan mata Remaja manakah yang dapat selamat dari api cinta? (Bab II, hlm. 10, situasi ketika nyala api asmara dalam hati Qays mulai berkobar dan kebiasaannya kini hanya melamun dan merangkai syair) kisah cinta Layla Majnun, dan semua syair yang Majnun tuliskan untuk Layla begitu indah dan menyayat hati. Tentang kisah cinta mereka yang tak direstu oleh ayah Layla, dan pada akhirnya Layla dan Majnun menjadi pengantin dari syurga. Ketika terlahir kedunia, mereka saling mencinta, dan setia walau terus berpisah. Hingga akhirnya, Tuhan menyatukan mereka kembali dalam dekapan kematian. Berbeda dengan kisah cinta Layla Majnun, yang terhalang restu ayah Layla. Kisah cinta pemuda bernama Azfer kaif dan kekasihnya sanaya shafiyyah tidak terhalang restu orangtua mereka, namun apakah yang membuat rumit kisah cinta mereka. kesabaran sanaya, pengorbanan Azfer, dan doa - doa yang mereka panjatkan di setiap sujud. Bisakah membuat mereka bersama? Meskipun mencintai tak harus memiliki, namun bolehkah Sanaya memiliki Azfer dan bahagia bersama hingga syurga-Nya.
All Rights Reserved
#284
kesabaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Satuan Takdir
  • BERBEDA?
  • My Ustadz My Crush [SELESAI]
  • My CaIm✓ [HIATUS]
  • Dear Husband [TAMAT]
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • Because I Love You ( TAMAT  )
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • SAY SARANGHAE

[Bila Berkenan Follow Dulu Ya Sebelum Membaca] Romance-Spiritual . . Gadis berparas ayu dengan senyum yang selalu merekah bak matahari, ya dia adalah syanum wardatul arsy. gadis yang memiliki kisah cinta dalam diam di masa Smanya. terungkapnya rasa membuat keduanya saling mengikat janji dan meyakininya sebagai tauhid cinta keduanya. Rasa yang tumbuh di antara keduanya itu semakin membelenggu seakan tak bisa dilepaskan lagi, tanpa sadar waktu terus membawa mereka ke dalam arus yang semakin deras hingga menghanyutkan keduanya dan lalai akan ketetapan sang pemilik cinta. Sakitnya penghianatan membuat syanum tersadar betapa lalainya dia selama ini dgn tertatih ia berusaha bangkit dan kembali kepangkuan sang pemilik cinta. "Syan! Saya masih cinta sama kamu," ucap laki-laki itu tanpa basa-basi lagi. Seketika jantung Syanum kembali berpacu. Dadanya terasa sesak, wajah gugup sudah tak bisa ia sembunyikan. "Kak! Ingat Kakak sudah menjadi suami Syifa. Gak baik kalau Kakak terus seperti ini," potong Syanum yang semakin geram bila mengingat kata-kata Rifai barusan. "Tapi saya benar-benar masih mencintai kamu, Syan!" ulang Rifai kembali dengan wajah yang tertunduk. "Maaf, Kak, Syan harus pergi," ucap Syanum kembali dan membimbing kakinya untuk segera meninggalkan tempat itu. "Syan, saya mau kamu yang menjadi makmum saya," potong laki-laki itu. Namun apakah cinta di masa lalu itu akan selalu membayanginya? akankah masa lalu itu yang akan menjadi pelngkap imannya atau ada sosok lain yang menjadi imam dan pelengkap imannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines