Berparak

Berparak

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 12, 2023
Kata orang berdebat dan air mata sama sama tidak ada gunanya. Berdebat akan semakin menambah masalah yang dari awal memang sudah memanas dan semakin memanas sedangkan air mata hanya dapat merembes keluar tanpa menyelesaikan masalah. Tetapi definisi itu bertentangan dengan pendapat beberapa orang. Ada yang bilang berdebat akan menemukan solusi dari masalah karena mengeluarkan argumen mereka sehingga dapat di ketahui kesalah pahaman atau titik dari masalah tersebut. Dan air mata keluar untuk menenangkan jiwa serta pikiran yang tengah di landa gulana. Definisi pertama di peruntukkan kepada mereka yang tegas dan bijak. Kedua di tujukan untuk mereka yang peduli dan pemaham. Sedangkan mereka yang tak tau jati diri mereka. Masih gelisah mencari yang mana benar di antara ke duanya. "Ada beberapa manusia yang mempertahankan egonya hanya karena takut di kalahkan." BERPARAK•••
All Rights Reserved
#561
sendiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Love You
  • Rahasia Boboiboy Gempa
  • AILAH(END)✅
  • Hanya karena itu kalian membenciku? [Boboiboy Taufan Sad] |Complete
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • lovesick//takkan berubah
  • ENDLESS SUFFERING [•Halilintar•] Empire Era
  • lost them

Ada yang bilang disaat kita menunggu kita akan mendapat yang kita mau. Tapi apa itu adalah sebuah fakta atau hanya hal manis yang di ucapkan kepada anak-anak? Ada yang bilang disaat kita tersenyum maka hati kita akan tersenyum juga, tapi apa itu hanya nasihat tersirat yang di ucapkan untuk anak kecil? "INI SEMUA SALAH LO RISS! KALAU SAJA HATI LO ADA RASA EMPATI, DIA GAK AKAN PERGI!!" Terkadang kalimat yang di ucapkan oleh manusia lebih mematikan daripada tusukan pedang di jantung. Kalimat yang terus menerus menghantui hari hari ku membuat ku kehilangan diriku sendiri. Kalimat yang membuat diri ku yang dulu hangat menjadi dingin tanpa ada senyuman tulus yang terukir di wajah ku. Aku yang terkadang berharap jika diri ku yang harusnya mati lebih dulu daripada harus hidup dengan beban yang terkadang aku gak mampu menahan nya. Semenjak aku yang di tinggal pergi oleh orang tua ku. Aku yang kehilangan sahabat terbaik ku yang aku baru menyadari jika ternyata dia merupakan cinta pertama. Aku juga wanita yang kehilangan kakak yang sebenarnya masih bisa aku pertahankan. Karena kalimat tadi, aku membuang semua nya! Aku kehilangan semuanya termasuk diri ku sendiri! Aku gak tau siapa diri ku! Hingga pria itu datang. Dia menyebalkan! Aku membenci nya! Namun kenapa disaat aku menyukainya aku kembali di hadapkan rasa kehilangan yang menanti. Apa hidupku hanya selalu harus kehilangan? Jika aku boleh egois bisa kah aku bersama pria itu? Atau aku hanya akan mati tragis tanpa merasakan cinta apapun?

More details
WpActionLinkContent Guidelines