My Military Husband ~  [END]

My Military Husband ~ [END]

  • WpView
    MGA BUMASA 53,022
  • WpVote
    Mga Boto 2,358
  • WpPart
    Mga Parte 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Thu, May 6, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Nashi yang sudah siap dengan seragam persit sembari menunggu Bara menjemputnya ,tak lama kemudian suara klakson mobil putih fortuner ,Bara yang mengenakan PDH terlihat tampan nan gagah pun keluar Dari mobil dan menyambut tas koper Nashi , mereka segera berpamitan dengan orang tuanya Nashi , Orang tua Nashi akan menyusul setelah bisni Tomas selesai kemungkinan 2 hari lgi . Mereka pun berangkat dan di dalam mobil sosok wanita paru baya tak tampak di sana. "mas ,mama mana ,ngk ikut? " tanya Nashi "udh pulang smlm ,saya berangkati pakek pesawat " jawab Bara sembari menyetir. Mendengar Bara menggunakan kata 'aku' Nashi di hanyutan baper "oo kok ngk bilang sama aku mas ,mas kita langsung kermh delfi aja " ucap Nashi dan di anggukan Bara. "kan udah bilang skrng " jawab Bara Setelah mereka sampai di titik lokasi pernikah , Bara dengan PDL dan Nashi dengan seragam persitnya turun dari mobil ,tampak mereka seperti pasangan serasi ,kagum sepasang mata melihatnya ,Nashi pun meninggalkan Bara di anteran Tamu tamu ,lalu Nashi menuju masuk ke kamar delfi ,terlihat sahabatnya mengunakan kebayak samaan sedang menggoda Delfi ,Nashi merasa tidak enak dengan seragam persit yang di gunakanya
All Rights Reserved
#1
denjaka
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Ada Cinta di Kota Gudeg
  • Menikahinya Dalam Diam (On Going)
  • Beautiful Days Have Become Memories - Country Humans
  • pledge of allegiance
  • DIBALIK DINGINMU, ADA AKU.
  • THE PROMISE OF A SOLDIER
  • TENTANG JODOH : Gue Mah Santai.
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Menepilah Cinta
  • FRIEND WITH BENEFIT (SELESAI)

Masa orientasi kampus atau perguruan tinggi, merupakan masa peralihan dari remaja menuju dewasa. Hal ini sangat ditunggu - tunggu bagi anak - anak yang telah lulus dari Sekolah Menengah Atas, termasuk Karina. Hai.. Semuanya perkenalkan nama ku Karina, Karina merupakan anak kolongmerat di daerah Yogyakarta. Konon katanya sih.. Karina memiliki darah keraton keturunan dari mamah dan papahnya. Meskipun Karina memiliki darah Keraton dan anak Kolongmerat di daerah Jawa Tengah, dia terlahir sebagai perempuan yang cantik bak wanita Jawa sesungguhnya, dan sebagai wanita mandiri. Hari ini merupakan hari pertama Karina melakukan masa orientasi kampusnya di Universitas Xxx di Yogyakarta. "Pagi semuanya?" (Sapa Karina pada mamah Farah) Karena memang hanya mamah Farah saja yang berada di ruang tengah. "Pagi anak kesayangan mamah." (Jawab mamah Farah) "Mah Karina berangkat dulu yaa?" "Ishhh.. Ini anak kenapa buru - buru sih? Sarapan dulu lah ndok." "Se se se mah, Karina udah bawa bekal kok di tas, udah tak siapin juga air mineral di tas." "Hmmm, yaudah deh. Tapii ndok, kamu kan sudah besar, sudah memiliki sim, sama bisa mengendarai mobil. Kenapa kamu tidak mencoba bawa mobil aja sih ke kampusnya? Lebih memilih sepeda tua itu." "Ishh... Mamah jangan salah, meskipun sudah tua gini sepeda, dia adalah sahabat terbaik Karina, sepeda ini yang selalu menemani Karina dari sejak bangku SMP sampai saat ini Karina sudah kuliah mah. Sepeda ini masih baik - baik aja kan? Tambah biar sehat juga. Hehee" (Karina mencoba menjelaskannya pada mamah Farah) "Hmmm ia sih ndok, tapi kenapa kamu beli mobil ini kalau ujungnya tidak di pakai atau dipergunakan sayang? Ingat lhooo ini kendaraan bukan pajangan." "Siapp mamah sayang." Muacch Muachh Karina mencium pipi kanan dan kiri mamah Farah. "Ishhh... Ini anak ku selalu paling senang kagetin orang tua ya?" (Teriak mamah Farah) "Aduh... Duh... Ada apa sih rame banget ini masih pagi lho mah." Tiba - tiba papah Romel turun dari tangga dan telah siap dengan...

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman