Ice Boy
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 26, 2021
"Kak, kak, tolongin aku please." Revan menaikkan satu alisnya. Gadis yang menepuk lengannya itu terlihat panik. Revan tidak merespon, ia hanya diam menatap dingin gadis tersebut. "Ah lama." Dengan cepat Zee merebut tas Revan. Ia mengeluarkan satu bungkus rokok dan korek dari tasnya kemudian memasukkan kedua barang tersebut ke tas Revan. Revan memelototkan mata atas tindakan gadis didepannya. "10 IPA 6." Ucapnya sembari mengembalikan tas Revan. Gadis itu berlari begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Revan. Revan hanya diam menatap punggung itu yang hilang dibelokan. Siapa sangka dari pertemuan yang tak disangka-sangka itu, mampu membawa Zee masuk kedunia Revan. Tetapi semakin dalam masuk ke dunia Revan, semakin Zee rasakan betapa kesepiannya Revan selama ini. Zee ingin menemani Revan agar tak kesepian, tetapi kakak kelasnya itu selalu saja menolak kehadirannya. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Maka baca aja
All Rights Reserved
#866
osis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nissa & Nathan (COMPLETED)
  • To: Revan [TELAH TERBIT]
  • ANGKASA [Sequel Sekasa] (COMPLETED)
  • LANGIT & BULAN
  • M Y   B A D B O Y (Completed)
  • Annoying Girl (Selesai)
  • Heartbeats: Di Antara Dua Dunia
  • Revan Reiva
  • Echoes of Love (END)
  • My Badboy Is My Prince

(TAHAP REVISI) Nissa adalah siswi kelas XI IPA1 yang menyukai Nathan. Teman sekelas sekaligus The Most Wanted Boy SMA Bintang Mandiri. Berbagai hinaan dan cacian yang ia dapatkan tidak dipedulikannya, karena baginya yang terpenting adalah mendapatkan cinta seorang Nathan Lamborghini Tara. Semua berjalan mulus hingga seseorang di masa lalu Nissa datang disaat saat ia sudah lelah dengan semua perjuangannya. *** "Lo itu murahan atau apa, sih? Udah berapa kali gue bilang, jangan pernah deketin gue lagi. Lo budeg atau tuli, sih?" Nathan berucap ketus seraya menatap wajah perempuan yang sedang menunduk didepannya. "Huuu," sorak siswa siswi yang berada disana. "Gue emang udah tuli gara gara lo, tapi gue bukan murahan," Nissa menjeda sebentar. "Lo bilang gue pengganggu? Gue cuma pengen dapetin hati lo, apa itu sulit?" "Tapi gue enggak suka sama lo. Lo cuma pengganggu di hidup gue," Nissa tersenyum getir. "Gue pengganggu?" tanya Nissa dengan suara bergetar. "Fine, mulai sekarang gue gabakal ganggu lo lagi." Hati Nathan terasa tidak rela mendengar itu. Ia terus menatap langkah Nissa yang berjalan semakin jauh didepannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines