Aksioma

Aksioma

  • WpView
    Reads 3,351
  • WpVote
    Votes 466
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 26, 2025
Aku mencintainya, sebesar kebenaran yang kamu tidak perlu mengatakannya. Kupikir, rasa itu akan sekuat mantra yang kutulis di udara. Kupelihara dalam waktu yang merayap, yakin, rasa sekuat itu pasti akan menemukan jalannya sendiri. Tapi dunia bukan panggung dongeng. Sang Kesatria pulang dari medan laga, dan di sisinya telah berdiri Sang Tuan Putri, dengan sorot mata yang menggantikan seluruh pelita. Kutatap dari jauh, tersenyum getir pada naifku sendiri- yang dulu mengira aku bagian dari narasi agung itu. Cintaku padanya bukan teori. Tapi juga bukan kebenaran. Ia hanya aksioma, sesuatu yang dulu kuanggap pasti, sampai hidup memintaku membuktikannya, dan aku sadar: aku mencintainya dengan seluruh logika, namun dunia memilih untuk tidak mempercayainya.
All Rights Reserved
#4
familyman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Want U! (Tamat)
  • CERPEN (END)
  • 𝐌𝐲 𝐁𝐢𝐚𝐬 (𝙶𝚘𝚞 𝙼𝚒𝚗𝚐𝚛𝚞𝚒) | TAMAT |
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • VILLAIN'S LOVER (SELESAI)
  • Araleya: Titik Temu Semesta
  • KSATRIA (CERBUNG)
  • Rindu yang Tak Berujung (Selesai)
  • Ketraka Mafy
  • hay mantan !!

Hidup milikku yang seharusnya sempurna pun berubah berantakan. Tunanganku memilih membela cewek lain, membuatku patah hati, dan aku pun memilih mengincar si pelakor. Cinta membutakan diriku hingga tidak melihat betapa buruk tunanganku sesungguhnya. Akibat dari perbuatanku, aku tewas dengan cara konyol. Keajaiban terjadi. Aku kembali di waktu diriku berusia enam belas tahun. Bukan hanya itu! Aku pun teringat informasi mengenai kehidupan pertamaku. Segalanya jadi berbeda dan aku memutuskan di kehidupan kali ini akan kutendang masa depan tunangan kampret dan membalas perlakuan pelakor sinting! Aku mau REVENGE total! Oleh karena itu, aku pun mendekati pria yang di masa depan akan menjadi pusat dunia milik musuhku. Intinya cuma satu, sih. Aku dengan senang hati menerima rekanku sebagai anak buah. Gampang. "Kamu nggak berencana kabur, 'kan?" Rencanaku terlalu berlebihan. Bukan hanya musuhku menerima balasan, melainkan diriku pun dapat ganjaran. "Siapa yang mau kabur, sih? Ahahahahaha!" Semuanya berantakan! Berantakan!

More details
WpActionLinkContent Guidelines