Story cover for Petrichor [ONGOING] by aksaraaawan
Petrichor [ONGOING]
  • WpView
    Membaca 170
  • WpVote
    Vote 13
  • WpPart
    Bab 8
  • WpView
    Membaca 170
  • WpVote
    Vote 13
  • WpPart
    Bab 8
Bersambung, Awal publikasi Sep 04, 2020
Namanya Adelia Bellerin sosok dokter cewek penggila belajar, yang sekarang punya dua pekerjaan sampingan. Dokter spesialis Bedah Toraks yang kerjaannya stay UGD dan rumah sakit itu dah kayak rumahnya aja.

Ini hidup dia, mulai dari sosok dari masa lalu yang datang, dan sosok yang dia harapkan jadi masa depannya dia.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Petrichor [ONGOING] ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#325slice
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 7
𝐋𝐮𝐤𝐚 & 𝐑𝐢𝐧𝐝𝐮 [END+TERBIT] cover
Kita pernah ada ✓ cover
ADAM ADELARD  cover
Under Wraps [END] cover
Summer Elegy cover
Bella Transmigrasi menjadi figuran ( TAMAT ) ✅ cover
Sampai Jadi Debu cover

𝐋𝐮𝐤𝐚 & 𝐑𝐢𝐧𝐝𝐮 [END+TERBIT]

31 bab Lengkap

Isa, seorang dokter muda di ruang UGD, menjalani rutinitas sehari-hari yang penuh tekanan. Namun, hidupnya berubah drastis saat Dipta, pria yang pernah menjadi cinta pertamanya, tiba-tiba terbaring lemah di hadapannya. Dipta terluka parah dalam sebuah misi dan dibawa ke rumah sakit tempat Isa bekerja. Ketika melihat nama Dipta tertera di catatan medis, perasaan lama yang sempat terkubur kembali muncul, membangkitkan kenangan manis yang dulu mereka miliki. Meskipun Isa berusaha tetap profesional, perasaan cemas dan takut kehilangan membuatnya kesulitan untuk fokus pada tugasnya. Ia segera mengambil alih penanganan medis, berjuang untuk menyelamatkan nyawa Dipta. Operasi yang dilakukan menjadi ujian besar bagi Isa, bukan hanya sebagai seorang dokter, tetapi juga sebagai wanita yang tak pernah benar-benar melupakan Dipta. Selama masa perawatan, mereka berdua harus berhadapan dengan kenyataan bahwa hubungan mereka dulu terhalang oleh berbagai hal, termasuk tekanan keluarga dan perbedaan jalan hidup. Di tengah luka yang harus disembuhkan, baik fisik maupun emosional, Isa dan Dipta mulai mempertanyakan apakah mereka dapat memberi kesempatan lagi pada perasaan yang dulu sempat tumbuh, atau justru membiarkannya tetap menjadi kenangan yang sulit dilupakan.