Story cover for SI PEMBISIK by inggooo05
SI PEMBISIK
  • WpView
    GELESEN 15
  • WpVote
    Stimmen 0
  • WpPart
    Teile 3
  • WpView
    GELESEN 15
  • WpVote
    Stimmen 0
  • WpPart
    Teile 3
Laufend, Zuerst veröffentlicht Sep. 04, 2020
Teriakan demi teriakan dilontarkan oleh ibu dan  mbah ku. Pecahan kaca juga telah berhamburan ke lantai. Aku dan adikku hanya bisa diam saja melihat pertengkaran dua orang itu.

Cerita dimulai ketika ibu memulai usaha dagang nasi uduk di warung makan mbah. Mbah ku yang tidak mengizinkan memulai pertengkaran dengan ibu. Di sisi lain kami juga sering mendapat teror berupa kembang tujuh rupa, tali pocong hingga yang lebih parah keretakan keluarga. 

Hari demi hari telah dilewati, kami sekeluarga pun telah memutuskan untuk tidak melanjutkan usaha dagang. Tapi terror tidak berakhir disitu, mampukah keluarga kami melewati seramnya terror itu. 
                                                         Nanti Kita Cari Tahu diNeraka.
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie SI PEMBISIK zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Bayangan yang tidak pernah pergi von handika9999999
29 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
Dika, seorang pemuda yang tinggal di sebuah rumah tua peninggalan kakeknya, mulai merasakan keanehan setelah ibunya sakit parah. Suatu malam, suara-suara aneh mulai mengisi rumah, dari langkah kaki tak terlihat hingga bisikan yang memanggil namanya. Ketika ibunya meninggal, Dika memilih untuk tetap tinggal dan menjaga rumah penuh kenangan tersebut. Namun, ia tidak tahu bahwa keberadaan makhluk jahat yang menghantui rumah tersebut semakin menguat. Setiap malam, Dika dihadapkan dengan kengerian yang semakin nyata - dari suara-suara menakutkan, bayangan gelap yang mengikutinya, hingga pertemuan dengan sosok tanpa wajah. Tak lama setelahnya, Dika menemukan rahasia gelap tentang masa lalu keluarganya yang terhubung dengan ritual-ritual misterius dan kekuatan gelap yang tidak akan pernah pergi begitu saja. Makhluk yang menguasai rumah ini tidak hanya menakuti Dika, tetapi juga menyerangnya secara fisik. Dalam usaha untuk bertahan, Dika mencari bantuan dari seorang ulama tua yang memberi peringatan tentang kekuatan jahat yang harus dilawan dengan keberanian besar. Namun, setiap langkah untuk mengusir teror ini justru membuat kegelapan semakin mendalam. Dika harus menghadapi kenyataan bahwa teror yang ia alami bukan hanya berasal dari makhluk gaib, tetapi juga dari kenangan dan penyesalan yang tidak pernah bisa ia lepaskan. Rumah yang seharusnya menjadi tempat kenangan, kini menjadi penjara bagi jiwanya. Bisikan dari masa lalu tidak akan pernah membiarkannya pergi.
JINGGA (Bab 1 s/d Bab 38) ENd ✔️ von mint__earth
42 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
Tiga mahasiswa bernama Yasa, Indra dan Evan yang menempati kostan dengan bangunan yang terlihat tidak begitu modern. Di dalam kostan itu ada sebuah kamar yang selalu di kunci dan tidak di sewakan. Mereka menduga itu adalah gudang penyimpanan, namun berjalan seiring waktu sering terdengar suara-suara aneh dari dalam kamar itu. Evan dengan segala kelucuannya dan sangat penakut, selalu membuat Yasa dan Indra menggelengkan kepala melihat tingkahnya. dan mereka juga memiliki 2 teman wanita yang sangat seru Vika yang selalu up to date dengan aksesoris dan peralatan makannya, dan Icha yang terlihat tomboi. Namun saat Yasa, Indra dan Evan tinggal di kostan itu kejanggalan mulai terasa saat Yasa, Indra dan Evan suka menemukan hal-hal yang aneh dalam rumah itu. Siapakah Jingga itu? Apakah yang mereka temukan dalam kamar kosong itu? dan ada keseruan dan kelucuan yang terjadi dalam menghadapi 'teror'dari mahluk itu? penasaran? yuk di simak ceritanya. Mudah-mudahan bisa menghibur kalian semua dengan kelucuan dan kengerian cerita ini. Jangan lupa Follow, kasih bintang dan coment yang postive ya agar saya menjadi lebih semangat dalam berkarya. Terimakasih. 1. Mohon maaf apabila ada kesamaan tokoh atau tempat kejadian, karena ini murni dari pikiran Author. 2. Cerita ini sebagian ada beberapa part yang di ambil dari kisah yang pernah dialami Author, dan sebagian hanya Fiksi. 3. Berbijaklah dalam berkomentar, tebarkan aura positif untuk kita semua dengan sebuah penyampaian. Karena itu adalah ciri khas pribadi masing-masing. Agar kita semua bisa belajar mengungkapkan pendapat, kritik yang membangun dan support salah satu apresiasi yang Author hargai. 4. Setiap Author mempunya karakter dalam menyampaikan, menggiring, atau mengemas sebuah cerita dengan cara yang masing-masing. 5. Mohon maaf apabila ada kesalahan atau ketikan typo yang suka berserakan, karena karya ini tanpa proses Editor yang berkualitas. 6. Selamat menikmati, enjoy ur day! -love u all- @Mint_earth ❤
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 10
A Letter to My Sister cover
Siapa Dalangnya ? (END) cover
Teorema Romantika (End) cover
Bayangan yang tidak pernah pergi cover
Restricted Area ✔ cover
Diantara mereka cover
NANTANG URIP cover
JINGGA (Bab 1 s/d Bab 38) ENd ✔️ cover
Forbidden Camp cover
TRAVELING : world of novel (ON GOING) cover

A Letter to My Sister

11 Kapitel Laufend

Ada sebuah rumah kecil yang berdiri dengan jendela penuh cahaya, tapi di dalamnya tersimpan kisah yang jauh dari kata sempurna. Di sana, seorang kakak bernama Arumi menjadi langit untuk empat adik laki-lakinya: Dion yang selalu mencoba jadi penopang, Haris yang berapi-api tapi diam-diam rapuh, Jewa yang menyembunyikan luka di balik senyum, dan Awan, si bungsu yang tumbuh terlalu cepat. Mereka bukan keluarga sempurna. Dunia menaruh mereka di persimpangan yang gelap, memaksa mereka berjalan dengan kaki telanjang, sambil menertawakan pahitnya hidup agar tidak hancur oleh kenyataan. Namun di balik tawa sarkas dan candaan receh, ada cinta yang diam-diam mereka jaga. Cinta yang membuat mereka bertahan, bahkan saat satu per satu kehilangan mulai merenggut kebahagiaan yang tersisa. "A Letter to My Sister" bukan sekadar kisah keluarga. Ini adalah cerita tentang cinta yang dipaksa tumbuh di tanah retak, tentang pengorbanan yang tidak selalu mendapat balasan, dan tentang kehilangan yang diam-diam menunggu di ujung jalan. Mungkin, di kehidupan lain, mereka bisa kembali duduk satu meja-lengkap, utuh, dan tanpa air mata.