Restu Waktu

Restu Waktu

  • WpView
    Membaca 11,384
  • WpVote
    Vote 195
  • WpPart
    Bab 13
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Sep 15, 2022
WpInfo
Fiksi
Romansa
Waktu selalu menjadi dasar atas kehidupan setiap insan di semesta. Perihal mendapatkan atau melepaskan, menautkan atau menguraikan, bahkan menghidupkan atau menghentikan. Seolah takdir selalu bersahabat dengan waktu. Bagi Lovie, masuk ke kampus impiannya adalah salah satu hal tersulit dalam hidupnya. Ia pintar, cerdas, dan konsisten untuk menggapai mimpinya menjadi mahasiswi di fakultas kedokteran Universitas Indonesia. Namun, tetap saja takdir manis belum berpihak padanya. 'Mungkin belum waktunya.' Kalimat menyebalkan ini selalu engan Lovie dengar. Muak rasanya jika hidup selalu dihantui oleh waktu yang berjalan tanpa dapat dikendalikan. Ruam-ruam dalam hatinya tidak mampu berubah menjadi semu setelah perjuangannya dilanda kegagalan. Namun, Lovie bisa apa? Dia bukan tuhan yang menguasai takdir. Tugasnya sebagai manusia yang berakal hanya bisa tabah meskipun rasa sesak sudah menjera dirinya. Lovie yakin, apapun yang ia inginkan pasti bisa ia genggam. Ya, cita-cita, cinta, dan cerita indahnya. [Cerita fiksi dibungkus dengan kisah yang penuh motivasi ini layak untuk dibaca bagi kalangan apapun]
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#225
cool
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • 365 Days (End)
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • Strong Girl Michella (END)
  • Trust
  • THE CLIMB [Completed]
  • ANANTA [COMPLETED]
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • ketika senja menyapa
  • ALTERIO

Ini adalah kisah gadis bernama Livia Almahera bersama 365 harinya. Livia tidak mengira jika keputusannya menerima tawaran kerja di apotek akan membawa dampak besar terhadap hidupnya. Terlebih apa yang ia impikan untuk kuliah bisa terwujud. Ia menjadi salah satu orang terpilih yang akan mendapatkan beasiswa. Namun, apa jadinya jika ternyata ia harus bertemu seorang Apoteker yang ternyata anak dari pemilik apotek tersebut. Bastian Sagala. Lelaki sombong dan dingin yang membuat hari-hari Livia di apotek serasa di neraka. Mampukah Livia menghadapi sikap Bastian yang terus mengusiknya? Akankah mimpi yang selama ini ia cita-citakan tercapai? **** "Pertemuan kita emang nggak semanis Habibi dan Ainun. Gak segombal Dilan pada Milea, tapi, banyak bertengkar seperti Tom and Jerry. Namun, satu hal yang harus lo tahu, apapun itu, tentang lo gue akan selalu ingat." ~Bastian Sagala

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan