MESIN WAKTU ✓

MESIN WAKTU ✓

  • WpView
    Reads 13,615
  • WpVote
    Votes 963
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadComplete Sat, Dec 20, 2025
Seumur hidup, tak ada hal selain sebuah kesederhanaan. Panggil saja gadis itu Azalea, dia hanya punya satu tujuan. Bertahan hidup di tengah kota metropolitan. Lalu dia terbawa pada suatu waktu yang mempertemukan dia dengan orang baru. Adrian, pria termanis seantero kampus. Azalea tak punya kendali hingga dia kembali lagi bertemu orang asing. Aditya, seorang pria terapatis yang pernah Azalea tau. Dari semua itu segala cerita mulai teradu. Disambung dengan kehidupan dari masa lalu dan cinta segitiga yang mulai menderu, pada akhirnya Azalea mulai mengerti apa arti dari sebuah mesin waktu. •• "Aku gak bisa menjelaskan secara pasti, karena apapun yang berhubungan dengan waktu itu ilusi. Waktu berada di dimensi keempat. Sedangkan ruang yang kita lihat dan kita rasakan berada di dimensi ketiga. Maka dari itu aku menganggap jika jam pasir itu salah satu mesin waktu yang gak pernah bisa aku terka, dia gak bisa mengukur sebuah waktu dengan akurat layaknya jam digital" •• ***
All Rights Reserved
#416
mesinwaktu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Almost Married (END)
  • The Last Yes!
  • De Andere Weg (END)
  • Chasing Sanara
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Villain Mother
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • SASMITA CANDALA (21+)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines