Love In Aussie

Love In Aussie

  • WpView
    GELESEN 765,946
  • WpVote
    Stimmen 32,157
  • WpPart
    Teile 55
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Do., März 31, 2016
=Available on Play store= Kita tak bisa menentang takdir. Sama seperti kita yang tak bisa menentang pemberi takdir itu. Dialah yang menggerakkan hati untuk setiap kecenderungan pilihan yang kita ambil. Qamira Nafisah : Aku tak punya pilihan lain selain mengiyakan semua syarat yang Papa-Mama ajukan jika aku ingin kuliah di Aussie. Berkuliah di sana adalah mimpiku dari dulu. Tapi bagaimana kalau ternyata tetangga depan rumahku malah melamarku dan menawarkan dirinya untuk menjagaku disana? "Sayang, tak ada tempat teraman seorang wanita selain berada di sisi suaminya. Kau akan terlindungi baik lahir maupun batin di negeri asing itu Mira.." Ucap Papa tegas. Dan sekarang hanya ada dua pilihan untukku. Menerimanya dan meraih mimpiku atau menolaknya dan melupakan mimpiku untuk selamanya. Zain Alfatih : Aku bisa menjaganya sekaligus menjaga diriku dari hal-hal yang tak diinginkan di negeri bebas ini. kepulanganku ke kampung halaman akhirnya membawaku untuk segera melamarnya dan berjanji akan menjaganya baik lahir maupun batin di negeri asing itu. untuk pemesanan cek profil :) ©HAK CIPTA DILINDUNGI. DILARANG KERAS MENCOPY DAN MEMPASTE SERTA MEMPUBLIKASIKAN CERITA INI DI TEMPAT LAIN TANPA IZIN DARI PENULIS.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • DEHANDAR & AQILLA [YOUNG MARRIAGE]
  • 𝓥𝓮𝓷𝓾𝓼 𝓭𝓪𝓷 𝓝𝓮𝓹𝓽𝓾𝓷𝓾𝓼
  • Takdir Sang Ilahi
  • My Crush Boy Next Door (END) -TAHAP REVISI
  • Luckily Lazy [END]
  • Qalbu {Terbit}
  • ZAWIL
  • Kamu dan Negara S1 [SELESAI]
  • Jika Takdir Telah Ditentukan

Qilla itu lebih suka menyendiri. Meskipun suka menyendiri, Qilla bukan perempuan pendiam nan pemalu. Dia pemberani, apa adanya, percaya diri dan cuek. Qilla tuh cuman kelewat mager saja. Alhasil, dia jadi malas bicara dan bersosialisasi. Agak parah sih ini. Ya gimana, soalnya Qilla itu menganut sistem hemat energi. Jadi lebih suka saving battery mode laying alias rebahan. Qilla tidak mudah dekat dengan orang lain. Temannya bisa dihitung dengan jari. Ketika ditanya soal cita-cita. Qilla selalu jawab masih dalam tahap pengembangan. Mirip jawaban developer aplikasi. Padahal sebenarnya dia memang tidak tahu mau jadi apa. Targetnya setelah lulus, mau diam saja di rumah alias jadi ibu rumah tangga. Sayangnya, di saat Qilla sudah siap lahir batin untuk diajak berumahtangga. Fakta pahit tentang Dehandar yang sudah menyerah atasnya membuat Qilla kian putus asa. Kira-kira ada tidak ya yang mau jadi kepala rumah tangganya? Jujur saja, Qilla masih menaruh harap pada Dehan. Cuman kan ... cowok itu 'kan memilih menyerah. Haduh, kalau begini ceritanya, bagaimana, ya?

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien