AKU dan KELABU

AKU dan KELABU

  • WpView
    Reads 180
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 11, 2024
Semua orang kira bahwa seorang sekingkuhan adalah hal yang menjijikkan bagi mereka, namun pernahkah kalian berpikir bagaimana rasanya menjadi posisi orang ketiga? Tak cukup mudah menjalani hari hari sebagai orang yang tak pernah dianggap oleh orang yang dia sayang Belum lagi ditambah dengan cemoohan orang orang tentang dirinya Aku dan Kelabu merupakan isi hati dari seorang yang tak pernah dianggap entah dalam perjalanan hidup, masyarakat, ataupun dalam hubungan asmara seperti orang ketiga. Walaupun tidak pernah dianggap jangan pernah menyerah mungkin dimata mereka itu hal yang tidak pantas, namun siapa yang bisa mengendalikan hati ini jatuh ke orang yang salah? Hanya tempat para wanita simpanan, ketika ingin sesuatu akan hubungan pun tidak bisa berbuat apa apa karna dia sudah ada yang punya
All Rights Reserved
#54
sendu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TIME will TELL {On Going}
  • Little Sister [Boboiboy Elemental]
  • Save and Protect
  • CEO Meresahkan
  • Aku Kamu Dan Dia
  • Setelah Hujan ( End ✔)
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • Cause We are Family
  • AKHIR DARI NYAMAN
  • AYAH

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines