We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
JALAN HIDUP

JALAN HIDUP

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 24, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
SINOPSIS "Orang bilang hidup itu tidak berguna!!!" "Siapa yang bilang hidup itu tidak berguna?Hah siapa"Bentak seorang lelaki yang menggunakan kaos oblong putih "O-ora-rang"jawabku lemah "Kamu percaya dengan kata-kata orang itu semua"tunjuk lelaki itu kepada orang-orang yang sedang berlalu lalang "Sesakit inikah aku hidup? Aku mau juga hidup bahagia seperti orang-orang diluaran"ucap ku putus asa "Ya, Allah aku mohon beri aku sedikit kebahagiaan,Hamba mu ini sudah putus asa. Ya Allah apakah hambamu ini termasuk manusia kurang bersyukur apa yang tlah engkau berikan?Tapi hambamu ini tidak merasakan nya"ucapku sambil menangis "Apakah ada orang yang slalu memberikan hambamu ini semangat hidup?"tanyaku lemah "Aku akan slalu ada disamping kamu"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dan Lukanya
  • Memories in Moon
  • Albel
  • LENATHAN (hiatus)
  • SOLITUDES
  • GRIZELLE [Completed]
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • ASMARALOKA || Love or Reality?
  • J E S I S C A

"Genggam cinta ini dan hempaskan semua dendam itu, karena cinta tak mungkin tumbuh, jika rasa dendam yang tersisa masih begitu dalam." ° ° ° ° "Kamu sakit apa? Ngomong dong mas, cerita. Selama kita nikah kamu gak pernah cerita kehidupan kamu sedikitpun ke aku, kenapa sih? Aku ini istri kamu loh," ucap wanita paruh baya, yang kini sudah tak mampu lagi untuk menahan air mata karena terlalu khawatir dengan kondisi lelakinya "Tapi saya gak pernah menganggap itu. Dan saya akan cerita ditempat yang menurut saya aman, dirumah yang bila mana saya berada didalamnya akan terus merasa nyaman. Dan itu....." "Dan itu pastinya bukan aku," potong wanitanya, pada seorang yang sedari tadi memberi tatapan elang padanya Wanita yang selalu terlihat tegar dihadapan siapapun itu. Kini, runtuh. Saat mendengar perkataan yang baru saja lelakinya lontarkan, bahwasanya tidak mengganggap dirinya sebagai seorang istri. Lelaki yang selama ini selalu ia kasihi penuh, dengan akar cintanya yang setiap waktu tidak berhenti tumbuh, namun seperti itu balasan yang diberikan. Kini terlambat, berat untuk beranjak lebih jauh. Ia sudah terlalu dalam, karena baginya lelaki tersebut bukan hanya belahan raga maupun jiwanya. Tapi juga, jika dia harus kehilangan seluruh tetes darahnya demi lelaki itu, maka dia bisa memastikan tidak akan muncul rasa penyesalan nantinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines