V A R E

V A R E

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 2, 2021
[Rencana semesta] Berlaku sejak percakapan singkat tempo hari. 'Siapa sih. Kenal engga, sok kenal iya, tiba tiba nimbrung gak jelas. Udah gila emang' ~Lava 'Seru juga ngerjain lo' ~Nevan Lava. Ya, Lava panggilannya. Tipikal gadis yang masih terjebak dengan pikirannya sendiri. Dia bakal sangat bahagia jika ada seseorang yang mengerti jalan pikirannya. Nevan Si anak pramuka, punya relasi sana sini, dan gampang akrab (jatuhnya jadi sok akrab). Tapi juga paling bandel. Setiap ada tugas nilainya selalu kosong. Padahal, waktu pelajaran di kelas dia paling aktif tanya jawab.
(CC) Attribution-ShareAlike
#3
lava
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Katalis rasa - [BL] [End]
  • ELGA
  • DANADYAKSA
  • LAVANYA
  • My Boyfriend Ice Prince
  • Possesive Playboy
  • Kisah yang Tertunda
  • Angel or Devil
  • UNTUK AZA ( COMPLETED)

Zigo Pratama tidak pernah menyangka bahwa semester ini akan menjadi begitu melelahkan dan semua itu karena Gevan manusia yang selalu merasa lebih tahu segalanya, Gevan adalah tipe orang yang paling ingin Zigo hindari. Namun, takdir berkata lain. Sebagai rekan satu kelompok praktikum jurusan di kampusnya, mereka tidak punya pilihan selain bekerja sama. Awalnya, Zigo hanya ingin menjalani semester ini tanpa konflik. Ia berusaha menjaga jarak, menyelesaikan tugasnya, dan menghindari argumen yang tidak perlu. Namun, semakin sering mereka berinteraksi, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kehadiran Gevan. Ada sesuatu di balik sikap dingin itu, sesuatu yang membuat Zigo penasaran. Di antara tabung reaksi dan laporan praktikum, perlahan tapi pasti, dinamika mereka mulai berubah. Gevan bukan hanya sekadar rekan satu kelompok yang perfeksionis, dan Zigo mulai menyadari bahwa perasaan yang tumbuh di dalam dirinya bukan sekadar kekesalan semata. Di dunia yang penuh dengan hitungan dan rumus, mungkinkah ada reaksi yang tak terduga di antara mereka? --- Maaf kalau ada pengejaan yang kurang benar, cerita masih dalam tahap revisi

More details
WpActionLinkContent Guidelines