Akan (On Going)

Akan (On Going)

  • WpView
    Reads 935
  • WpVote
    Votes 341
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 2, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Dear,Naya.. Aku bangga bisa bertemu perempuan hebat sepertimu. Dimana setiap malam aku selalu berani menceritakan semua cita-cita masa depanku denganmu, membicarakan model rumah dan tetangga macam apa yang akan cocok untuk menjadi teman main anak-anak kita, dan semuanya. Aku tak pernah seterbuka ini sebelumnya, asal kamu tau. Kamu harus tau, kamu yang berhasil mengubah bahasa robotku menjadi bahasa yang lebih bisa di terima manusia, sama seperti kamu yang telah berhasil mengubah cara pandangku melihat kehidupan. Senyummu, suaramu, bahkan setiap ketikan yang kamu kirimkan untukku, tiba-tiba saja jadi sesuatu yang aku candu. Aku selalu ingin mendengarnya,melihatnya, lagi dan lagi. Kamu mungkin khawatir aku akan bosan suatu saat nanti. Tapi percayalah, itu tidak akan pernah terjadi. Aku dengar suara beratmu Ketika aku membicarakan masa depan kita. Aku tau kamu menahan tangismu setiap kali itu terjadi. Dan aku tau, bahwa tangis itu adalah tangis kebahagiaan sekaligus ke khawatiran. Tangis harapan yang sangat takut akan kekecewaan. Aku mintaa maaf kalau itu membuatmu sedih, tapi akum au kamu tau, aku benar-benar punya masa depan yang indah bersamamu. Dan aku tidak akan sekali-kali membuatmu merasakan trauma yang sama, seperti dulu. Dear, Naya... Aku bahagia bisa menjadi tempat sampahmu. Kamu bisa melampiaskan semua random emosimu kepadaku, lalu berlaku baik untuk semua orang. Itu nggak jahat, sumpah. Bukankah memang seperti itu, tugas pasangan yang baik? Orang-orang merasa iri karena aku memperlakukanmu seperti ratu. Mereka tidak tau, kamulah yang berhasil menjadikan aku seperrti raja. So close ur eyes. Percayalah, masa depan yang indah itu milik kita. Dan kita akan mewujudkannya bersama.
All Rights Reserved
#38
memory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Belum Siap
  • dimana janji tersebut
  • ARHANAYA || SUDAH TERBIT ||
  • Vira Ayunda[On Going]Revisi✓
  • POHON CINTA (END)
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • Feel My Heart, Neo [Na & Neo]
  • It's True Love With Ketos
  • Glitter Days

"Saya terima nikah & kawinnya, Rasakasih Kamelia binti Bapak Samat Bharata dengan mas kawin 100 gram emas dan uang sebesar 1 Miliar Rupiah dibayar tunai. SAH!". Beberapa kali aku replay video pernikahan kami tahun lalu. Terbayang vibes kebahagiaan penuh di hari itu. Menikah dengan si cinta pertama dan kuharap bisa jadi cinta terakhirku. Dia yang kini jadi suamiku, Mas Yangsa Wicaksana. Selaku pasangan yang sama-sama berprofesi sebagai konten kreator ternyata tak selalu memberikan jaminan kebahagiaan yang seutuhnya. Kesempurnaan yang kerap terlihat di dunia maya tak jarang malah jauh berbeda dengan kehidupan nyata yang sesungguhnya. Faktanya bertahun-tahun melalui masa pacaran dan kemudian menjadi seorang istri rasanya penuh dengan kejutan. Sering kali aku terbawa perasaan karena kehidupan nyata tak seindah bayangan dan angan-angan. Apa itu asyik berduaan? Maraton film dan kulineran untuk sekedar quality time. Suamiku yang dulu begitu bucin seringkali menjelma menjadi sosok yang lain. Terkadang cuek dan bersikap dingin. Sementara aku yang dulu begitu santai dalam segala hal, tak jarang bagai monster api yang mudah sekali emosi. Berharap masih merasakan vibes pengantin baru, Mas Yangsa malah kerap membuatku cemburu sebab fokus dan perhatian dia tak sepenuhnya untukku. Beberapa kali aku jadi flashback lagi ke jaman dulu dan baru aku sadari, sebenarnya Tuhan sudah memberiku banyak kisi-kisi yang super relate dengan kehidupanku saat ini. Mulai dari benih-benih kelakuan suamiku yang sok cool seperti kulkas 7 pintu sampai dengan judgemental keluarganya kepadaku. Tantanganku kini tak cuma menghadapi pertanyaan hari lebaran seperti "Sudah isi belum?" atau menanggapi tuduhan nyinyir dari netizen yang maha benar seperti "Kamu childfree?". Namun lebih kepada harus bisa berdamai dengan keadaan dan segala problematika kehidupan. Ya Tuhan, apa ini ujian? Haruskah aku bersabar? Dengan semua yang sudah kulalui sampai sekarang, mungkinkah sebenarnya aku "Belum Siap"?

More details
WpActionLinkContent Guidelines