Play Hard to Get

Play Hard to Get

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 5, 2020
Shaletta menatap tajam lelaki yang berdiri di hadapannya. Lelaki itu tampak menahan amarah kepada Shaletta yang jelas-jelas selalu ingin menginvasi dirinya. Shaleta mendekati Davion, mencoba memprovokasi mata yang selalu membuatnya terhanyut itu. "Kenapa kau terus menolakku Davion? Wanita seperti apa yang kau inginkan sebenarnya? Kau tau aku lebih dari apapun kriteria wanita di dunia ini" "Berhentilah merendahkan dirimu dengan terus mengejarku, Shaletta" "Oh ya? Bukankah kau yang sudah merendahkanku? Setelah apa yang kau lakukan padaku bisa-bisanya kau mengatakan aku merendahkan diri padamu? Apa kau tidak waras" "Sudah ku katakan itu sebuah kesalahan, Shaletta" "Benar, itu sebuah kesalahan dan dengan mu aku tidak pernah ingin menjadi benar!" "Shaletta mengapa kau keras kepala sekali? Lalu apa yang kau inginkan sebenarnya? Harta? Kekayaan? Atau --" "Dirimu. Aku menginginkan dirimu Davion, untuk diriku. Aku sudah cukup kaya untuk sekedar memoroti hartamu. Maka dari itu aku menginginkan kau Davion"Shaletta memajukan tubuhnya mendekati Davion "Berhenti di sana Shaletta. Jangan membuatku gila!" "Kalau begitu mari kita gila bersama" * * *
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Only One
  • Orange's || Season 1 [Completed]
  • Wanita Simpanan || Selesai
  • Mengejamu (Completed)
  • Only You [Slow Update]
  • You're My Queen (On-Going Complicated )
  • MY BOYFRIEND IS MY HUSBAND

Sebaiknya tidak ada yang mengutuk perihal takdir seseorang, karena setiap garis tangan itu berbeda. Punya cara sendiri dan waktunya. Jalan ceritanya tidak ada yang tahu. Rendra yang menabrak seseorang karena tidak sengaja akan membuatnya kehilangan kesempatannya untuk mencari jodonya sendiri. Karena ayahnya yang sudah tidak percaya lagi kepadanya karena sampai usianya yang sudah sangat dewasa dia tetap sendiri tanpa seorang pendamping.

More details
WpActionLinkContent Guidelines