Stand And Laugh(COMPLETED)

Stand And Laugh(COMPLETED)

  • WpView
    Reads 586
  • WpVote
    Votes 227
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 23, 2020
Segala tentang phobia. Kau akan bisa merasakan sakit nya ketika membaca cerita ini. Fera bisa tersenyum namun tidak untuk tertawa. Ia sendiri tidak tahu apakah ia yang kerap kali kehilagan kendali ketika mendengar tawa adalah phobia nya? Ia telah jatuh terlalu dalam kejurang kegelapan. Adakah satu dari sepuluh triliyun manusia yang dapat menarik nya?
All Rights Reserved
#3
mageiapublisher
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT & AMERTA [End]
  • Love Is A Dangerous Game (GxG)
  • Crazy Girl Be Mine [End]
  • Miracle of Survival [END]
  • Janji Seribu Bulan βœ“
  • Teman [SELESAI]
  • Mystery Adventure : Rahasia Kelam di Balik Gerbang

Amerta hidup dalam dunianya yang tenang-terlalu tenang, hingga kehadiran Langit Kalandra terasa seperti badai yang mengusik segala ketenangan itu. Langit selalu mengejarnya, menerobos batas yang coba Amerta jaga, membawa canda dan tawa yang seharusnya tak pernah ia butuhkan. Namun, di balik langkah-langkah mereka yang berlawanan, ada sesuatu yang lebih besar bermain di antara mereka-sesuatu yang lebih gelap, lebih mengancam. Ketika mayat tanpa organ ditemukan di sekolah mereka, ketakutan mulai menggantikan kebiasaan, dan rahasia yang terkubur perlahan menyeruak ke permukaan. Langit yang ceria menyimpan luka yang tak terlihat, Amerta yang diam menyimpan ketakutan yang tak terucap. Mereka terjebak dalam permainan yang lebih besar dari sekadar perasaan, di antara bisikan maut dan teka-teki yang mengintai. Di tengah teror yang melingkupi, mungkinkah rasa yang tumbuh di antara mereka tetap hidup? Atau justru tenggelam bersama misteri yang tak terpecahkan? "π‘†π‘’π‘π‘’π‘Žβ„Ž π‘˜π‘–π‘ π‘Žβ„Ž π‘‘π‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘™π‘Žπ‘›π‘”π‘˜π‘Žβ„Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘˜π‘’π‘—π‘Žπ‘Ÿ, π‘Ÿπ‘Žβ„Žπ‘Žπ‘ π‘–π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘ π‘’π‘šπ‘π‘’π‘›π‘¦π‘–π‘˜π‘Žπ‘›, π‘‘π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘ π‘Žπ‘Žπ‘› π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘›π‘¦π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘›." - πΏπ‘Žπ‘›π‘”π‘–π‘‘ & π΄π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž ⚠️ Usahakan untuk vote dan komen jika membaca, ya! Jadilah pembaca yang baik. .

More details
WpActionLinkContent Guidelines