Puisi Untuk Indonesia

Puisi Untuk Indonesia

  • WpView
    Reads 2,072
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 21, 2021
Puisi ini dipersembahkan untuk pahlawan, veteran, dan segenap bagian dari bangsa Indonesia. Puisi sejarah singkat perjuangan bangsa Indonesia yang saya tuangkan ke dalam sebuah puisi. Bersama puisi ini saya mengharapkan kesadaran, bahwa tiap-tiap orang yang lahir di bumi Indonesia adalah bagian dari bangsa Indonesia. Baik pribumi non pribumi, baik mayoritas minoritas adalah satu. Sementara ini ada 26 puisi di dalam Kumpulan Puisi Untuk Indonesia ini. "Masa lalu saya adalah milik saya, masa lalu kamu adalah milik kamu, namun masa depan adalah milik kita bersama."
All Rights Reserved
#20
cintaindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • Goresan Pena
  • [3] Aksara, Rasa, Asa | ✔
  • Autumn Farewell [Sudah Dibukukan]
  • Kau Puisi
  • Pesta Kecil
  • Mutasir Kritis (PROSES)
  • Rintik Rindu
  • Ruang Rasa..

Highest rank #1 poetry (21/03/2025) #1 poem (12/04/2025) #1 nonfiction (23/05/2025) #1 quote (15/02/2025) #1 syair (15/02/2025) #1 words (08/02/2025) #1 puisiindonesia (02/02/2025) #1 sastraindonesia (21/02/2025) #1 berpuisi (05/05/2025) #1 perih (15/03/2025) #1 antologi (15/02/2025) #1 wattpadpoetry (02/02/2025) #1 pencintasastra (02/02/2025) #2 diksi (15/05/2025) #6 favorit (23/05/2025) #9 aksara (08/02/2025) #12 nonfiksi (19/06/2025) #13 puisi (18/08/2025) #22 rasa (12/04/2025) #60 indonesiamembaca (10/03/2025) Manusia dan searsip perasaan tidak pernah ada selesainya. Rasanya aku ingin meraung, lelah terdistraksi oleh rumitnya pemikiran orang lain. "Belajarlah tumbuh dari luka," katamu berusaha membunuh resahku. Dalam sesak diriku menjawab, "dan semoga luka itu juga mau menerima aku." Aku tau seberapa sulitnya menjadi manusia, atau seberapa banyak sakit yang harus kamu tahan hanya karena tidak punya tempat berkeluh-kesah. Untuk tubuh-tubuh yang remuk oleh luka, sajak-sajak ini lahir untuk membimbingmu merengkuh seluruh perasaan. *** Seri Satu dari antologi puisi FOUR ©2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines