Darah di balik Bunga

Darah di balik Bunga

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 7, 2020
Perjalanan seorang pemuda yang tak tahu entah kemana, hingga akhirnya ia menemukan sekelebat cahaya yang menuntunnya pada sang nirwana. Namun dalam perjalanannya terdapat awan hitam yang terus mengusiknya untuk menggapai sang nirwana. Semoga Sang Tuhan selalu melindunginya... Selamat membaca!!!
All Rights Reserved
#48
islamiclovestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • Warna Yang Hilang
  • Tunnel End Lights [TEL]
  • What Makes You Beautiful [SELESAI] ✔️
  • Mengenal DIA...
  • Khadijah
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Andai Di Surga Ada Cinta
  • Sang Pemuda (Awal Mula) | Sudah cetak di Guepedia Penerbit

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines